Berjudi dengan kehidupan VS Penikmat kehidupan


Tidak seorangpun yang tahu apa yang akan terjadi di depan nanti dengan pasti. Kehidupan merupakan sebuah kepastian dari ketidak pastian. Mungkin sedikit membingungkan, namun dalam kehidupan ini tidak seperti ilmu pasti seperti matematika. Jika 1+1=2, kehidupan bisa membuat 1+1 hasilnya menjadi 3,11,5 atau juga 2. Masalah apa yang akan terjadi dan bisa ditebak, atau yang sering disebut ramalan, menurut saya adalah bagian dari hukum kemungkinan.
Dengan hukum kemungkinan, kita bisa memprediksi apa yang akan terjadi dengan hasil yang paling mendekati. Namun, jika hidup harus dengan terus menebak apa yang mungkin terjadi, seperti berjudi, ada beberapa hal yang perlu dipikirkan.
Berjudi ada kemungkinan menang dan kalah, namun siapapun yang ikut bertaruh pasti berharap menang, bahkan sang bandar sendiri, ingin hanya dirinya lah yang menang. Jika menjalani kehidupan seperti ini, maka sikap seseorang akan menjadi sangat egosentris. Dengan harapan untuk memenangkan sebuah pertaruhan, seseorang bisa mengandalkan segala cara. Bahkan meskipun dia tidak melakukan tindakan curang untuk menang, dia tidak akan pernah perduli dengan kerugian yang dialami oleh orang lain.
Orang yang menjadikan hidupnya sebagai ajang untuk berjudi melawan kehidupan, dia akan kehilangan rasa kasih kepada orang-orang yang disekelilingnya, mau mengorbankan apapun untuk meraih kemenangan, tidak peduli baik atau buruk, tidak peduli salah atau benar. Satu tujuannya hanyalah kemenanngan, tidak peduli bagaimanapun caranya.
Kehidupan akan kehilangan daya tarik, ketika seseorang telah kalah. Dia akan putusasa dan kehilangan semangat. Sisa kehidupannya, seringkali disia-siakan begitu saja karena dia terlalu menganggap bagitu berharga sebuah kemenangan.
Menurutku, kehidupan bukanlah soal menang atau kalah. Bukan juga soal memastikan apa yang akan terjadi didepan. Apakah hasil 1+1 itu 2 atau 5 bukanlah itu yang terpenting.
Manusia diciptakan untuk menikmati dan menjadi seorang bendahara yang baik. Setiap detik kehidupan haruslah dinikmati, diamati, dan diresapi. Manusia sangat ahli dalam menikmati. Bahkan seringkali manusia bisa terjerumus dalam hal-hal buruk hanya karena ingin menjadi seorang penikmat.
Namun penikmat sejati adalah dia yang bisa merasakan, meresapi dan mengamati yang datang dan diberikan padanya. Dia tidak melakukan pengejaran dengan sia-sia, karena semua sudah disiapkan sang pencipta sejak mulanya.
Manusia yang tidak bisa menjadi penikmat kehidupan adalah orang yang sangat menderita. Dia selalu mencari sesuatu yang tidak ada padanya, dan tidak pernah bisa melihat apa yang tela diterimanya.Racun ketidakpuasan, kepedihan hatilah yang seringkali membuat seseorang kehilangan indera penikmatnya.
Selain itu, manusia juga diciptakan untuk menjadi bendahara yang baik dari kehidupan. Sayangnya, sebagai bendahara kehidupan, manusia seringkali salah dalam mengenali apa yang benar-benar berharga dalam kehidupan.
Manusia terlalu menganggap berharga emas, uang, saham, kekayaan, property, jabatan, tingkat pendidikan, status social dan banyak hal yang menjadi penunjang kenikmatan hidup yang semu.
Banyak orang tidak menghitung kerugian yang mereka alami karena sudah menepis harta kehidupan yang sudah diberikan dalam kehidupannya. Mereka seringkali tidak tahu bahwa waktu untuk merenung, berdiam dan tenang adalah suatu harta berharga. Mereka terlalu sibuk menghabiskannya dengan pertarungan sengit merebut popularitas. Karakter dan integritas, seringkali ditukar dengan lembaran-lembaran uang yang akan menjadi abu dalam sekejab. Mereka menjual teman dan sahabat untuk dijadikan pijakan mencapai status dan jabatan yang lebih tinggi. Mereka tidak menyadari bahwa teman dan sahabat itu sama harganya dengan nyawanya sendiri. Bahkan ada yang menukarkan pasangan hidupnya dan anak-anaknya dengan sebuah dynasty bisnis. Waktunya, pikirannya, tenaganya, semua dicurahkan untuk membangun kerajaan bisnisnya, dan semua itu ditukar dengan hubungan yang retak, dan buah hati yang terabaikan.
Sebagai seorang bendahara kehidupan yang baik, manusia seharusnya mencatat dengan baik sahabat dan teman-temannya. Mereka juga menyimpan dengan rapi ingatan tentang waktu-waktu susah dan senang yang pernah mereka lewati bersama.
Seorang bendahara yang baik akan mengenakan karakter yang teruji dan integritas sebagai perhiasannya. Yang di ingat oleh orang lain tentang dirinya adalah seberapa besar kehidupan mereka diperkaya oleh karakter dan integritas ketika bertemu dengan dirinya.
Waktu, pikiran dan tenaganya dia fokuskan untuk meninggalkan sebuah warisan yang paling berharga dalam kehidupan bagi pasangan hidupnya, anak-anak bahkan juga sahabat dan teman-temannya. Apa yang dia wariskan adalah keteladanan dan kasih yang tulus.
Kuharap, aku bisa menjadi seseorang yang menjalani kehidupan sebagai seorang penikmat, bendahara dan juga bayi kehidupan. Bayi kehidupan? Ya.. Jika penikmat dan bendahara sudah dijelaskan di atas. Pribadi yang terakhir dimana aku ingin menjadi adalah bayi atau kanak-kanak dalam kehidupan.
Bayi atau anak-anak selalu ingin tahu hal-hal baru yang muncul dihadapannya. Dia akan menggunakan semua inderanya untuk belajar. Di akan merabanya, menjilatnya, membantingnya, membolak-balik ratusan kali tanpa bosan, dan senang bahkan dengan sesuatu yang belum dia ketahui fungsinya. Seorang bayi bisa bersenang-senang dengan apapun yang diberikan padanya, karena semua hal menarik baginya. Seorang anak selalu ingin tahu segala sesuatu yang terlihat oleh matanya.
Bagi seorang anak, setiap hari adalah petualangan dan pembelajaran. Dia mendengar, melihat, meraba, menangis,tertawa, jatuh, bangun, bahkan semua hal, baginya adalah hal baru. Dia tidak mengenal rasa takut, dia tak tahu apa itu bahaya, dia akan mencoba segala sesuatu.
Aku ingin menjadi bayi dalam kehidupan ini, selalu belajar, selalu melakukan eksplorasi, tidak takut bahaya, tidak memikirkan resiko, menjadikan semua hari adalah saat menyenangkan untuk mencari tahu.
Jadi, itulah harta kehidupanku,
Aku menyimpan kenangan dari waktu demi waktu yang kulalui. Aku terkadang sangat sedih, ketika kusadari aku tidak bisa mengingat dengan baik banyak hal yang terjadi dimasa laluku. Sepahit apapun yang pernah terjadi, jika sudah lewat, semua itu ternyata sangat berharga.
Wajah-wajah teman, sahabat dan keluarga, rasanya ingin kulukis mereka semua. Ah.. kenapa aku tak bisa mengingat wajah demi wajah itu dengan jelas.
Yang benar-benar tersimpan dan masih bisa kurasakan adalah tapak-tapak samar orang-orang yang pernah masuk dalam kehidupanku. Terima kasih untuk mereka semua.
Kupikir, apa gunanya semua kekayaan dunia ini dimiliki jika tak ada sedikit ingatanpun yang tertinggal. Bukankah pada akhirnya, semua yang hidup yang tersisa hanyalah ingatan. Lalu jika itu juga lenyap, lalu apa yang tersisa.
Bagaimanapun aku masih hidup hari ini, aku masih bisa mengingat beberapa wajah, dan kenangan. Terima kasih untuk apa yang masih ada padaku. Dan jika waktunya tiba semua itu diambil, tolong berikan aku hati yang lapang untuk menyerahkannya. May God help me…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • artikel paling top

    • Tak ada
AsiXyo Photography

Art Photography

Maholtraway

Life is about your daily choice

...::: Sm@rT :::...

Just another WordPress.com weblog

copywriter

Just another WordPress.com weblog

%d blogger menyukai ini: