Tidak Perlu Panik


Tuhan tidak pernah panik. Saat mungkin semua orang datang padaNya dengan pengaduan berbagai masalah, Dia tetap tenang.

Dia tidak panik karena banyaknya penghujatan kepadaNya. Dia mungkin sedih, tetapi Dia tidak pernah responsive. Dia bisa marah, itu benar. Dia bisa merasa sedih, itupun juga benar. Dia juga bisa merasa senang dan gembira, itu sangat benar. Karena Tuhan pun memiliki perasaan, dia bisa merasakan semua yang kita rasakan. Tapi Tuhan tidak pernah bertindak berdasarkan perasaan.

Yesus pernah berkata, “Belajarlah padaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati.” Kelemah lembutan dan kerendahan hatiNya, saya rasa yang membuatnya bisa ngga main perasaan. Itulah hal yang benar-benar harus kita pelajari. Dengan memiliki kelemah lembutan dan kerendahan hati, sikap orang terhadap diri kita tidak akan menjadi masalah besar. Bahkan, kita malah bisa berbelaskasihan pada mereka. Dengan kelemah lembutan dan kerendahan hati, kita tidak lagi terpukul karena masalah-masalah yang datang mendera. Tetapi kita bisa bersyukur karenanya.

Ibarat pohon, sikap lemah lembut dan rendah hati itu seperti pohon bambu. Ketika  badai menerpanya, dia bisa fleksibel mengikuti gerakan angin. Tetapi ketika badai itu berlalu, dia kembali pada posisinya. Dia tidak mudah ditumbangkan, karena kefleksibelannya. Dalam pertumbuhannya pun, semakin dia dewasa, dia tidak berdiri menjulang tetapi menunduk. Ujung pohon bambu selalu mengarah ke tanah bukan kelangit. Dapatkah hidup kita seperti itu? Tidak terbawa arus kehidupan, berpegang pada prinsip kebenaran Firman Tuhan. Memiliki kerendahan hati sekalipun Tuhan telah mengangkat diri kita pada kemuliaan.

Tuhan tidak pernah panik menghadapi apapun, demikian juga harusnya kita.

Comments
One Response to “Tidak Perlu Panik”
  1. Henny Listyowati mengatakan:

    mengambil analogi pohon bambu memang tepat sekali untuk mengatasi arus jaman yang begitu kuat.

    tapi satu hal yang mungkin lebih tepat tentang lembah lembut yang Tuhan Yesus maksud disini adalah ketenangan hati (sesuai dengan judul tidak panik).

    dalam menghadapi masalah dalam bentuk apapun kuncinya adalah ketenangan hati, hal ini bisa kita baca dihampir semua ayat ketika manusia dikejutkan oleh kehadiran Tuhan atau malaikat..kata pertama yang disampaikan adalah JANGAN TAKUT lebih dalam lagi berarti tenangkan hatimu… lalu baru Tuhan atau malaikat menyampai pesan Tuhan.

    ketika ketenangan hati (kelemah-lembutan) terbentuk maka secara otomatis sikap rendah hati akan mudah tampak, karena proses mempunyai hati yang tenang kita harus menjalani peperangan yang tiada akhir yaitu dengan diri kita sendiri….

    semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • artikel paling top

    • Tak ada
AsiXyo Photography

Art Photography

Maholtraway

Life is about your daily choice

...::: Sm@rT :::...

Just another WordPress.com weblog

copywriter

Just another WordPress.com weblog

%d blogger menyukai ini: