Health From Your Hearth


Bicara tentang kesehatan, sehat memang sesuatu yang berharga yang akan kita tahu nilainya saat rasa sakit menjangkit. Jika sehat itu mudah, itu bicara bagaimana tahu porsi akan segala sesuatu. Baik yang masuk dalam tubuh, maupun yang harus keluar. Lebih sering orang mengatakan keseimbangan.

Saya sering berkata, bahwa sentral kehidupan ini adalah hati. Demikian juga kesehatan, itulah hal yang saya percayai. Saat hati kita bersih, sehat, tanpa kebenciaan dan rasa sakit, maka tubuh akan mengikuti dengan sendirinya. Namun kebanyakan orang menganggap manusiawi untuk menyimpan sampah dalam hatinya, kemarahan, kesedihan, sakit hati, keraguan dan berbagai hal busuk, yang akhirnya secara tidak sadar semua itu bukan hanya mengotori jiwa dan rohnya, namun juga tubuhnya.

Kebersihan adalah pangkal kesehatan, itu mungkin slogan yang sering diajarkan sewaktu kita masih sekolah dasar. Namun ajaran ini hanya mendidik anak-anak untuk kebersihan jasmaniah, sesuatu yang terlihat dari luar. Sedangkan kebersihan yang didalam, di hati manusia, dilupakan dan akhirnya membuat banyak orang tidak pernah menyadari betapa pentingnya untuk menjaga kebersihan hatinya masing-masing.
Menjaga hati kita, bukanlah tugas orang lain, bukan juga bagiannya Tuhan. Setiap orang memiliki tanggung jawab untuk menjaga hatinya masing-masing, disitulah bagian terpenting dari anugrah Tuhan bagi manusia, yaitu sebuah kehendak bebas. Setiap orang diberi sebuah kepercayaan untuk memilih, sesuai dengan kehendak bebasnya, untuk memasukkan kedalam perbendaharaan hatinya apa yang baik menurut pandangannya. Apa yang baik dan benar menurut pandangannya masing-masing, sesuai apa yang telah ia pelajari dalam sekolah kehidupan, ketika setiap pribadi bertumbuh seiring dengan waktu.

Hati adalah apa yang kita rasakan, begitu juga dengan kesehatan tubuh, adalah tentang apa yang kita rasakan. Apa yang dirasakan tubuh, dapat kita ketahui oleh adanya jaringan urat dan syaraf yang terangkai menjadi satu kesatuan dengan pusat kendali tubuh, yaitu otak kita. Namun, otak kita bekerja berdasarkan dua system, yaitu otak sadar dan otak tidak sadar. Otak sadar akan berjalan berdasar logika dan responsif berdasarkan pehitungan. Namun otak tidak sadar, akan berespon berdasarkan hati dan perasaan manusia yang terdalam.

Jika Anda pernah mendengar, sebuah ayat kitab suci menuliskan, “Hati yang gembira adalah obat, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.” Kebenaran ini telah diketahui selama ribuan tahun lalu, oleh mereka yang belum mengenal teknologi kedokteran maupun phisikologi. Namun setelah berbagai penyelidikan dan pembuktian, tertawa, senyum dan sukacita dan kegembiraan, membuat efek yang besar terhadap kesembuhan. Tak heran maka jika saat ini muncul berbagai cara penyembuhan dengan menstimulasi kegembiraan, tawa, dan sukacita. Namun, saya mau tekankan kembali, bahwa tanpa hati, sekalipun hal tersebut memiliki dampak, kesembuhan itu tidak akan efektif. Jika kegembiraan dan sukacita yang kita alami hanyalah palsu, apa yang kita dapat. Tapi, itu bukan berarti kita menunggu kebahagiaan datang mendekati kita. Sesuatu yang datang secara kebetulan itu sangat kecil kemungkinannya, jika itu yang kita lakukan, kita bermain judi dengan kehidupan. Kegembiraan dan sukacita kehidupan ini adalah keputusan, kawanku. Itu adalah keputusanmu sendiri, apakah kamu mau bergembira atau bermuram durja.

Situasi, dan kondisi tidak dapat kita kendalikan. Situasi dan kondisi di sekitar kita itu seperti angin, mereka bertiup sekehendak hati mereka. Jika kita melihat terus kepada angin, kita tidak akan pernah menabur, apa lagi menuai sesuatu. Maksud saya adalah, jangan dikendalikan oleh apa yang terjadi dalam kehidupan Anda. Biarkan angin datang menerpa Anda, namun kendalikan layar sikap hati Anda, maka perahu kehidupan Anda akan melaju kedepan. Namun jika Anda salah mengarahkan layar sikap hati Anda, hati-hati, Anda bisa tenggelam dalam lautan kehidupan.

Apakah itu artinya kita tidak boleh bersedih saat duka datang menyapa? Tidak saudaraku, itu bukan berarti Anda harus menyangkali perasaan Anda. Itu hanya berarti bahwa Anda harus membedakan mana yang fakta dan mana yang masih ada dalam kendali Anda. Duka yang datang, seperti kehilangan orang yang kita kasihi adalah sebuah fakta yang tidak dapat kita pungkiri. Kita harus menerima fakta bahwa dia telah pergi. Kita harus menerima fakta bahwa situasi itu tidak dapat kita ubah. Anda boleh saja bersedih, namun kembali saya ingatkan akan prinsip keseimbangan. Jangan larut dalam kesedihan Anda. Kehidupan akan terus berjalan, baik Anda berdiri dan melanjutkan perjalanan kehidupan Anda, atau Anda memutuskan untuk tenggelam dalam perkabungan dan terkubur bersama kesedihan Anda. Semuanya kembali kepada diri Anda, kepada keputusan Anda.

Mungkin tidak mudah, tetapi seorang sahabat pernah berkata, “Apa sih yang mudah, ketika kita baru pertama kali mencobanya?” Ya, memang tidak mudah, satu atau dua kali mungkin Anda akan mengalami kegagalan. Mungkin Anda masih akan menengok kebelakang, dan mengingat kembali sambil menitikkan air mata. Tapi, mungkin setelah ratusan langkah kedepan, Anda bisa menengok kebelakang dan tersenyum bangga. Mengingat semua kenangan indah bersama orang yang Anda kasihi itu. Mengingat berbagai hal yang telah Anda bagi bersamanya. Dan itu lah yang berharga dalam kehidupan Anda.

Ingatlah, tidak semua hal ada dalam kendali Anda. Namun percayalah, bahwa segala sesuatu ada dalam kendali Tuhan. Jika Anda tidak dapat berbuat sesuatu lagi, mungkin memang bagian Anda berhenti sampai disitu. Berhentilah dan serahkanlah apa yang diluar kendali Anda kepada Tuhan.

Dengan cara inilah, paling tidak Anda tidak usah menanggung beban yang tidak perlu Anda pikul. Meringankan sedikit beban dari hati Anda, dan membersihkan kotoran yang akan membuat ruang hati Anda tidak terasa nyaman untuk dihuni. Bersihkanlah setiap hari, bahkan jika bisa, setiap waktu Anda melihat suatu kotoran, jangan menunggu atau membiarkannya bercokol disana. Lenyapkanlah sesegera Anda bisa.

Percaya atau tidak, kecantikan pun akan terpancar dalam kegembiraan Anda. Kesedihan dan kemuraman akan mencuri kecantikan dan masa muda Anda. Jadi, jangan heran jika orang yang sering dirundung duka dan terbelit masalah akan terlihat cepat tua. Mungkin Anda piker saya mengada-ada, namun itulah faktanya.

Sehat itu mudah! Ya, semudah caranya untuk tersenyum. Anda cukup menarik dua sudut bibir Anda. Sehat itu mudah! Semudah merentangkan tangan Anda dan mensyukuri kasih dan anugrah Tuhan dengan sukacita. Sehat itu mudah! Semudah menertawakan kekonyolan yang Anda lakukan sendiri. Sehat itu mudah! Semudah tergelak karena tragedi kehidupan, dan menganggapnya sebagai selera humor Sang Khalik yang terlalu tinggi.

Tersenyumlah! Tertawalah! Terpingkallah! Tidak ada yang salah dengan semua itu. Namun jika tiba waktunya menangis, menangislah dan tuangkan semua luapan hati Anda. Namun sesudahnya, bangkitlah kembali. Berdirilah, dan lakukan hal ini berulang-ulang kali. Tersenyumlah! Tertawalah! Dan terpingkallah! Jangan kalah oleh badai kehidupan. Anda adalah seorang penakluk. Itu adalah sebuah suratan takdir dari Sang Khalik bagi manusia. Setiap orang diciptakan untuk menaklukan bumi ini. Untuk itu, jangan pernah menekuk lutut Anda dan menyerah. Jangan pernah bersujud kecuali untuk menyembah Sang Penguasa kehidupan ini. Jangan pernah takut pada apa yang bisa membunuh tubuh, tetapi takutlah pada Dia yang bisa membunuh jiwa dan roh Anda.
Kehidupan ini hanya sebentar, seperti rumput yang pagi tumbuh dan sore menjadi layu demikian kata pujangga timur. Namun dalam hitungan waktu yang sekejab itu, sempatkanlah menghias kehidupan dengan bunga dan keindahan untuk menyatakan kebaikan Sang Pencipta.

Sahabat, hari ini akan berlalu, dan esok akan tiba menjelang. Jangan sia-siakan waktu yang kau miliki, dengan menjadi onggokan daging tak berdaya. Jika kau harus terkapar, pastikan bukan karena putus asa dan menyerah. Jika kehidupan membuatmu tak berdaya, pastikan dia telah menghadapi kegigihanmu. Jika namamu harus terhapus dari antara orang-orang yang hidup, pastikan bukan hanya manusia yang akan berdiri mengiringi kepergianmu, namun juga seisi sorga dan Bapa pemilik rumah yang indah itu berdiri menyambutmu.

Aku berharap kamu bisa menjaga hatimu, jiwamu dan pikiranmu, sehingga tubuhmu dalam keadaan yang sehat dan terpelihara. Aku ingin mendapatimu, dalam keadaan yang sehat, baik tubuhmu, jiwamu, rohmu dan pengertianmu. Perhatikanlah apa yang masuk, dan pastikanlah yang keluar, tidak ada yang berlebihan maupun kekurangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • artikel paling top

    • Tak ada
AsiXyo Photography

Art Photography

Maholtraway

Life is about your daily choice

...::: Sm@rT :::...

Just another WordPress.com weblog

copywriter

Just another WordPress.com weblog

%d blogger menyukai ini: