Jomblois, bicara tentang Cinta dan Pernikahan


Bercerita tentang pasangan hidup selalu menjadi topik yang menarik baik bagi pria maupun wanita. Menemukan seseorang yang dapat menjadi teman dalam mengarungi lautan kehidupan, pastilah menjadi sebuah hasrat mendasar yang dimiliki manusia. Ketika Anda melabuhkan perahu masa depan Anda seorang diri, pastilah Anda merasa ada yang kurang lengkap sekalipun berbagai kesuksesan telah Anda capai, jika belum ada seorang yang menemani Anda dalam menikmati keindahan dan berbagai momen kehidupan.

Banyak orang berusaha menemukan seseorang yang dapat menjadi pendamping hidupnya dengan berbagai cara. Ada yang berburu di antara lautan manusia, ada juga yang pasif menunggu pujaan hati menampakkan diri. Ada yang memilih biro jodoh, namun ada juga yang memilih-milih setiap kali lamaran datang. Bahkan saat dunia maya mulai menjadi ajang pergaulan global, tidak jarang yang menemukan jodohnya melalui internet. Dari semua cara itu, mana sih yang benar?

Menurut saya untuk menemukan pasangan hidup itu, yang terpenting bukanlah metodenya. Apapun caranya, dasar utama yang terpenting adalah mengetahui benar untuk apa Anda menikah, dan tahu bagaimana menjalaninya dengan baik dan benar. Banyak orang berkata, “Saya ingin menemukan pasangan hidup yang baik.” Ya, memang itu sebuah keinginan yang wajar. Namun perlu di ketahui bahwa tidak semua yang baik itu benar.

Mungkin ada benarnya bila saya mencoba menjabarkan apa yang menjadi pemikiran saya satu persatu. Mengapa saya berkata bahwa tidak masalah metode menemukannya, tetapi saya lebih berfokus kepada mengetahui benar tujuan mengapa Anda harus menikah? Jika alasan Anda menikah karena tuntutan usia, bagi saya itu sudah tidak benar. Apa lagi karena tidak enak dengar apa kata orang, atau karena tuntutan keluarga. Itu semua sudah salah kaprah. Jangan pernah Anda memutuskan untuk menikah hanya karena kepepet. Kedua, jangan pernah menikah untuk melarikan diri dari suatu masalah. Jika Anda melakukannya, saya memberikan ucapan selamat kepada Anda. Masalah itu tidak hilang atau Anda tinggalkan. Masalah itu akan berubah wujud dalam rupa baru, bukan makin kecil tapi akan berlipat ganda. Anda tidak percaya? Silahkan buktikan sendiri.

Mungkin ini adalah sesuatu yang klise, ada yang mengatakan bahwa pernikahan adalah inisiatif Allah sendiri. Pernikahan adalah idenya Tuhan, bukan ide manusia. Ingin bukti? Dalam sebuah kitab yang pernah saya baca, kitab itu menceritakan awal mula penciptaan. Setelah bumi dan segala pendukung kehidupan diciptakan-Nya, Tuhan membentuk seorang manusia yang berjenis kelamin pria. Dari debu tanah dibentuk-Nya manusia, lalu dihembusi dengan Roh-Nya sehingga ia hidup. Setelah itu, manusia ini diajak-Nya melihat semua ciptaan lainnya yang sudah disediakan khusus bagi manusia pertama ini. Manusia diciptakan Tuhan untuk bisa menjadi seorang teman bagi-Nya. Mereka bercerita, sambil menikmati taman dan seluruh isinya. Namun manusia tidak hanya ongkang-ongkang kaki, Tuhan memerintahkannya untuk mengusahakan taman itu.

Ketika dilihat-Nya manusia itu asik bekerja, Tuhan berkata,”Tidak baik bila manusia itu seorang diri saja.” Maka dibuatnyalah manusia ini tidur, diambilnya salah satu tulang rusuknya. Dan kemudian di bentuklah seorang wanita. Setelah itu, Tuhan membawa wanita ini kepada manusia tadi.

Anda lihat? Adakah manusia pertama tadi berpikir, aku butuh seseorang yang menjadi pelengkap hidupku? Tidak. Dia merasa baik-baik saja. Karena tujuan keberadaannya bukanlah untuk menemukan pasangan hidup, beranak-pinak, lalu mati dan ditelan bumi. Manusia diciptakan untuk melayani Tuhan. Manusia dirancang untuk menggunakan seluruh keberadaan dirinya bagi kesenangan Tuhan. Dan hanya dengan menjadikan Tuhan segala-galanya dalam hidupnya, maka kehidupan manusia itu menjadi lengkap. Jadi termasuk pernikahan, tujuannya adalah untuk melayani Allah. Anda menikah untuk kesenangan Tuhan, bukan untuk kesenangan orang lain atau untuk kesenangan diri sendiri.

Jadi bila Anda menikah, yang patut Anda tanya pendapatnya pertama kali, apakah dengan hubungan Anda tidak akan mengganggu hubungan Anda dengannya, bahkan hal itu bisa menyenangkan hatinya, adalah Allah. Jika Anda berpikir menikah hanya untuk memuaskan hasrat biologis Anda, atau sekedar memiliki keturunan, hewanpun melakukannya. Lalu apa bedanya Anda dengan mereka? Anda adalah ciptaan-Nya yang paling mulia, bahkan sekalipun Anda dibandingkan dengan para malaikat sekalipun, Anda tetap lebih mulia. Mengapa? Karena Sang Pencipta langit dan bumi itu telah mati bagi Anda. Dia tidak mengorbankan diri karena malaikatnya jatuh dan memberontak kepada-Nya. Tetapi dia bukan hanya mengorbankan diri-Nya, Dia telah mengosongkan diri-Nya menjadi sama dengan Anda dan saya, supaya bisa memiliki hubungan yang intim kembali dengan kita.

Pernikahan Anda, sudah Allah pikirkan. Itu semua masuk dalam rencana-Nya, bahkan jauh-jauh hari sebelum Anda dibentuk dalam rahim ibu Anda. Bagian Anda adalah mengetahui mengapa Anda harus menikah. Lalu tahu, bahwa yang Anda cari bukan hanya pasangan yang baik, tetapi juga pasangan yang benar. Orang yang baik belum tentu merupakan orang yang benar. Orang yang benar sudah pasti baik. Orang benar dalam standar ini pastilah pertama sudah dibenarkan, karena telah menjadikan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Selanjutnya adalah benar dalam standar orang yang tepat, dalam hal ini Anda telah berkonsultasi dengan Tuhan, lalu mengujinya dengan saringan apakah orang tua Anda menerimanya, dan mengijinkan Anda berdua untuk menjalani hubungan tersebut. Baru selanjutnya adalah respon dari orang-orang yang terdekat dengan Anda. Dalam hal ini bukan berarti Anda menentukannya berdasarkan kata orang, tetapi restu dan penerimaan dari orang-orang terdekat Anda adalah sebuah berkat yang akan membuat hubungan Anda dengan pasangan.

Comments
2 Responses to “Jomblois, bicara tentang Cinta dan Pernikahan”
  1. Adieska mengatakan:

    Pertamax… Salam kenal ya om🙂 Keren blognya. Brmutu banget. Jadi iri🙂

    Oiya… bicara tentang Pasangan Hidup, nggak akan bisa didapat kalau ditunggu om. Harus dicari atau kita temukan sendiri. Masa kita nggak bisa mengenali tulang rusuk kita sendiri sih🙂

  2. fantasyforever mengatakan:

    Hmm, bagus nih artike. Tentang pasangan hidup saya juga setuju dengan bung Adieska. Memang kita harus kerja cari pasangan hidup sendiri. Memang Tuhan punya rencana, tapi kehendak bebas kitalah yang bermain di sini. Salam kenal ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • artikel paling top

    • Tak ada
AsiXyo Photography

Art Photography

Maholtraway

Life is about your daily choice

...::: Sm@rT :::...

Just another WordPress.com weblog

copywriter

Just another WordPress.com weblog

%d blogger menyukai ini: