Keberanian


Hidup akan mengecil dan membesar seuai dengan keberanian kita.
The Diary of Anais Nin
Keberanian adalah ketakutan setengah mati – tetapi tetap siap bertarung.
John Wayne
Mungkin Anda pernah mendengar nama aktor John Wayne, dapat Anda bayangkan bagaimana sikap gagahnya saat membuat pernyataan diatas. Keberanian bukan ketiadaan rasa takut, tetapi kemauan untuk menghadapi hal yang paling ditakutkan. Mungkin saat Anda menjadi berani, Anda tidak terlihat seperti super hero di film-film. Anda sedang berjuang dengan semua ketakutan, dan Anda hanya melakukan langkah-langkah kecil untuk terus maju. Tapi itulah keberanian. Keberanian saat menghadapi hal yang sangat menakutkan pernah muncul pada orang yang bernama Luba Gercak.
Kepahlawanan Luba Gercak muncul saat menghadapi tentara Nazi. Waktu itu minggu pertama bulan Desember 1944. Puluhan anak Yahudi yang terlantar di Belanda, yang pernah berbulan-bulan di penjara dan bertahan menghadapi perang selama 4,5 tahun benar-benar sendirian.
Dengan mata dan kepala mereka sendiri, tanpa mampu bersuara mereka menyaksikan Ayah dan kakak mereka di tangkap tentara SS tanpa tahu kemana mereka dibawa. Mereka hanya mendengar kabar angin bahwa orang yang mereka kasihi dibawa ke kamp kematian seperti Auschwitz, Treblinka dan Chelmno.
Akhirnya tiba sebuah Truk yang mengangkut anak-anak itu menuju sebuah kamp yang dikhususkan bagi anak-anak dan wanita. Diantara anak-anak itu, ada seorang anak lelaki bernama Gerard Lakmaker yang berumur 11 tahun.
Di kamp tempat Gerard dibuang, disitulah Luba Gercak telah menjalani tahun-tahun yang memilukan. Luba di besarkan di shtetlh, di sebuah komunitas Yahudi di Polandia. Saat masih remaja dia menikah dengan seorang pembuat lemari bernama Hersch Gercak, dan dikarunia seorang anak yang dinamai Isaac. Tetapi kemudian perang pecah dan mereka terjebak dalam arus yang mematikan. Mereka dimasukkan di Kam Auschwitz-Birkenau. Isaac direngut dari tangannya dan dilemparkan ke truk untuk di bawa ke kamar gas. Selanjutnya dia melihat suaminya di tarik oleh sebuah truk dalam keadaan tidak bernyawa. Dalam keadaan itu keputus asaan menghampirinya. Tetapi kekerasan hatinya membuatnya bisa bertahan hidup.
Dengan kepala dicukur habis dan lengannya di tato nomor 32967, dia dipekerjakan di rumah sakit Auschwitz, sebuah bangunan tempat orang sakit dibiarkan meninggal.
Hari-hari panjang di lewati, sambil belajar bahasa Jerman, Luba memasang telinga untuk mendapat informasi. Suatu saat ia dipindahkan ke Kamp Bergen Benzel, tempat ia menemukan anak-anak itu. Dia bertanya, ” Apa yang terjadi?” Bisik Luba. “Siapa yang meninggalkan kalian disini?”Dengan bahasa Jerman seadanya seorang anak yang agak besar bernama Jack Rodri memberikan penjelasan kepada Luba. Anak-anak yang berjumlah 52 orang itu akhirnya dibawa Luba ke Barak.
Karena tahu bahwa dia tidak mungkin menyembunyikan 52 anak ini dari tentara SS, maka dia menghadap salah seorang perwira SS dan memohon untuk diijinkan untuk merawat mereka sekalipun resikonya adalah nyawanya sendiri. Luba harus menghadapi pukulan dari perwira SS itu walaupun akhirnya berhasil meluluhkan hatinya dan memberinya ijin untuk merawat ke 52 anak itu.
Setelah itu, perjuangan tidak berhenti cukup dengan mereka berhasil mengemis nyawa mereka. Luba masih harus bertempur untuk memberi makan ke 52 anak itu. Setiap pagi luba berjuang, pergi berkeliling – ke gudang, dapur dan tempat pemanggangan roti – dari mengemis, mengemis dan mencuri makanan. Anak-anak berkerumun ketika melihat Luba dari kejauhan.
Mereka mencintai Luba seperti mencintai ibu mereka sendiri. Hari-hari seperti neraka itu akhirnya berakhir saat tentara Inggris memasuki daerah itu. Pengeras suara berseru dengan lantang,”Kalian bebas.. kalian bebas..” yang diserukan dalam beberapa bahasa.
Saat itu terdapat ribuan mayat di Kamp itu yang tergeletak tanpa sempat di kubur. Dan seperempat dari 64 ribu orang meninggal setelah hari pembebasan itu. Tetapi anak-anak yang diasuh luba dari lima puluh dua orang yang bersamanya, hanya dua orang yang meninggal karena baru ditemukan 18 minggu sebelumnya. Ketika mereka cukup kuat untuk dibawa pergi, sebuah pesawat Inggris membawa mereka pulang ke Belanda. Akhirnya puluhan anak-anak itu berhasil menemukan ibu mereka kembali. Dan luba di minta bantuannya oleh Plang merah Internasional untuk membantu pemulangan anak-anak lain dari berbagai kamp lainnya ke Swedia.
Luba akhirnya bisa menemukan hidup barunya dan berkenalan dengan Sol Frederick yang juga korban dari bencana Holocaust. Mereka menikah dan pindah ke Amerika. Anak-anak yang pernah diselamatkannya, dimanapun mereka tinggal, hampir semua anak itu menjadi orang yang berhasil.
Belajar dari apa yang dilakukan Luba, Luba melihat ketakutan di mata anak-anak itu. Namun ia pun memiliki ketakutannya sendiri. Namun dia pun tahu, bahwa dirinya bisa memberi sedikit harapan kepada anak-anak itu, menyadari pentingnya hal kecil yang ia lakukan namun bisa memberi dampak bagi kelangsungan hidup anak-anak itu, keberanian muncul dalam hati Luba. Dan hasil akhirnya, Anda bisa lihat, bahwa yang Luba lakukan tidak pernah sia-sia. Demikian juga dengan Anda dan saya. Untuk menemukan keberanian yang kuat, jangan selalu melongok hanya kepada diri sendiri, tetapi tataplah orang-orang yang Anda temui setiap hari. Lihatlah melalui jendela kehidupan mereka, dan temukanlah bahwa mereka membutuhkan Anda. Maka Anda akan digerakkan oleh suatu keberanian yang bahkan Anda sendiri tidak dapat menerka datangnya dari mana.
Temukan keberanian sejati ini, dan Anda akan menemukan kesuksesan yang tak dapat diukur dalam kehidupan ini.
Be Smart and success…!
Comments
5 Responses to “Keberanian”
  1. oktovan mengatakan:

    Bung maholtra,
    anda sedang bercanda ?

    –Dan jika Anda mendaftar di 4 website di bawah ini hari ini, dan dalam satu –minggu meng-klik 100 iklan yang di berikan (Kumulatif), saya akan –mentrasfer Rp.5.000.- langsung ke rekening BCA Anda. Lihat, betapa –beruntungnya Anda khan …

    Salam kenal
    http://oktovan.wordpress.com/

  2. vjmaholtra mengatakan:

    ngga lah.. masa becanda sih… serius dong… Mengapa dianggap becanda ya???

  3. saeful adnan mengatakan:

    saya udah mendaftar di semua banner diatas dan mengkliknya,anda bisa mengirimkan uangnya ke norek bca saya.

  4. iphoner mengatakan:

    nothing is imposible in internet world😀

  5. vjmaholtra mengatakan:

    To Bung Adnan… Thanks, I will sent ASAP…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • artikel paling top

    • Tak ada
AsiXyo Photography

Art Photography

Maholtraway

Life is about your daily choice

...::: Sm@rT :::...

Just another WordPress.com weblog

copywriter

Just another WordPress.com weblog

%d blogger menyukai ini: