Warna Kehidupan


Halo sahabat….
Bagaimana perjalananmu hari ini? Tentu penuh warna bukan…?
Begitulah kehidupan, begitu indah dengan berbagai warna yang menghiasinya. Tergantung bagaimana kita menyikapi waktu kita menjalaninya. Untuk dapat melihat pelangi menghiasi langit, harus ada hujan yang mengguyur. Untuk merasakan hangatnya mentari pagi, harus ada dingin malam yang memelukmu. Dan untuk dapat tertawa dalam keriangan harus merasakan juga sedihnya tangisan. Dan untuk menikmati kemenangan, kita harus melewati titian kegagalan.
Sahabatku, perjalanan kehidupan menghadirkan banyak berkat yang tersembunyi yang sering kali terlewatkan oleh mata kita. Seringkali kita hanya berfokus bagaimana untuk sampai ke tempat tujuan dan melupakan untuk menikmati indahnya perjalanan. Terkadang, kitapun harus menyempatkan waktu untuk menepi dan menikmati indahnya karya tangan Sang Khalik. Bukannya membuang waktu, saudaraku. Tetapi kehidupan bukanlah hanya mengenai pencapaian, tetapi juga proses.
Seperti ketika kita makan, kalo fokus kita hanya untuk mengenyangkan perut tentu makanan apa saja dan dimasak bagaimanapun asal itu sehat, bergizi dan memenuhi standar akan kita makan dalam hitungan detik. Tapi setiap kali kita makan, kita pasti memilih menu bukan? Kenapa? Karena kita ingin menikmati rasa dari setiap kunyahan kita.
Kehidupan bila dinikmati, baik itu manis, pahit, dan sedikit asin akan lebih ringan dijalani. Bahkan akan lebih berkesan lagi, bila kamu bisa berbagi dengan orang yang kamu kasihi… Siapapun dia.. bukan hanya pasangan hidup loch…
Berbagi. Terdengar sedikit sulitkah ?
Ya, berbagi mengandung resiko mengungkapkan dirimu yang sebenarnya
Tertawa mengandung resiko menampakkan kebodohan
menangis mengandung resiko menampakkan kecengengan
mendatangi orang lain mengandung resiko keterlibatan
membeberkan gagasan dan cita-cita mu dihadapan banyak orang mengandung resiko di cela dan dipatah arangkan
mencintai mempunyai resiko tidak dicintai
mempercayai memiliki resiko di khianati
dan mencoba memiliki resiko untuk gagal
Tetapi resiko harus tetap diambil, karena bahaya terbesar dalam kehidupan adalah tidak mau mengambil resiko apapun. Orang yang tidak mengambil resiko, tidak berbuat apa-apa, tidak memiliki apa-apa, dan bukan apa-apa.
Resiko selalu ada, tapi bukan untuk dihindari. Resiko mengajarkan kita mempercayai Sang Khalik sepenuhnya. Bahwa Dia memegang kendali penuh atas dunia ini dan kehidupan kita. Dan apapun yang kamu lewati dalam kehidupan, baik itu medaki gunung terjal ataupun menuruni lembah kelam, Ia bersamamu. Selamat berjalan bersama-Nya.
Sedang menepi,
Pengembara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • artikel paling top

    • Tak ada
AsiXyo Photography

Art Photography

Maholtraway

Life is about your daily choice

...::: Sm@rT :::...

Just another WordPress.com weblog

copywriter

Just another WordPress.com weblog

%d blogger menyukai ini: