Hadiah kehidupan


Hidup menghadiahkan kepada kita hari-hari yang panjang dan penuh liku. Dalam perjalanan kita menuju garis akhir terkadang kita lelah, ingin berhenti dan menyerah. Kawan, engkau tidak sendiri. Semua orang mengalaminya, termasuk aku. Kehidupan bukanlah perlombaan lari sprint 100 m tetapi kehidupan adalah lomba lari maraton atau mungkin bahkan triatlon. Hasil yang ingin dicapai bukanlah hanya kecepatan tetapi mencapai garis akhir. Untuk menang dalam perlombaan kehidupan ini dibutuhkan stamina yang kuat, semangat dan visi yang jelas.
Lelah..? pasti..!! tetapi harusnya semua itu setimpal dengan apa yang akan kita terima. Apakah engkau tahu apa yang telah menantimu di ujung kehidupanmu? Sebuah perayaan kemenangan… pesta yang meriah… dan penghargaan dari sang Khalik.
Kemenangan dalam kehidupanmu bukan diukur dari apa yang engkau miliki, pencapaian-pencapaianmu dan semua yang menjadi kebanggaan manusia. Kehidupan ini adalah sebuah proses kebermaknaan bukan pencapaian. Waktu-waktu yang kita lalui, hanyalah proses dimana kita diharuskan untuk mempelajari tentang mengenal sang Khalik dan sesama kita. Ketika kita bisa memaknai kehidupan kita dengan dua hubungan ini, maka mungkin kita sudah mendekati garis finish.
Wah… saya menantikan saat-saat itu….
Kadang kehidupan ini dinilai manusia begitu rendah dengan jumlah materi, kedudukan dan kesenangan sementara. Demi semua itu, manusia rela menukarkan hal yang paling berharga baik dalam kehidupan ini maupun sesudah kehidupan. Mereka rela menukarkan hubungan dengan sang Khalik dan hubungan dengan sesamanya, untuk kefanaan.
Saat ini, kesuksesan diukur dari materi, popularitas, status sosial dan hal-hal yang bisa hilang dalam hitungan detik. Akhirnya penghargaan akan betapa agungnya sebuah hubungan sangat kecil. Hubungan hanyalah alat manipulasi demi mencapai semua yang di sebut ‘kesuksesan’ itu. Bahkan ‘Tuhan’ pun dimanipulasi untuk memperkaya diri sendiri.
Sahabat, hari ini aku ingin memperlihatkan apa yang kulihat dalam peta menuju ‘dunia tanpa batas’. Salah satu yang membuat kita dapat terus tersenyum sekalipun ketika bumi bergoncang dan langit menjadi gelap, itu adalah ikatan yang kuat dengan sang Khalik dan orang-orang yang kita kasihi. Jika dua hal ini engkau miliki, engkau memiliki segalanya. Engkaulah orang yang terkaya didunia dan akhirat. Engkaulah pemenang yang tidak mungkin kalah. Sebab engkau memiliki esensi kehidupan.
Sebuuah hubungan dibayar dengan waktu dan keberadaan kita. Saat ini, jika engkau mau kehidupanmu menjadi lebih baik, aturlah jadwalmu dan sediakan waktu untuk bertemu dengan sang Khalik dan para kekasih jiwamu. Mereka telah lama menantimu….

Dari sahabatmu,

Pengembara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • artikel paling top

    • Tak ada
AsiXyo Photography

Art Photography

Maholtraway

Life is about your daily choice

...::: Sm@rT :::...

Just another WordPress.com weblog

copywriter

Just another WordPress.com weblog

%d blogger menyukai ini: