You are currently browsing the monthly archive for Mei 2008.

Sejak Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, bekerja sering dilihat sebagai kutukan. Jika seseorang memiliki cara pandang ini, memulai awal minggu untuk bekerja akan terasa berat, dan pastinya bekerjapun akan menjadi beban. Akhirnya banyak orang menjadi jenuh bekerja dan kehilangan motivasi. Kebosanan dan kejenuhan mematikan kreativitas dalam bekerja, jadi jika Anda mengalaminya, hal itu tidak bisa dipandang sepele. Lalu bagaimana mengatasi kebosanan di tempat kerja?
Perubahan cara pandang
Bekerja bukanlah sebuah kutukan, tetapi sebuah kepercayaan yang Tuhan berikan. Kejadian 2:15 tertulis, “TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.” Hal ini Tuhan katakana sebelum manusia jatuh dalam dosa, Tuhan memberikan mandat kepada manusia untuk mengusahakan dan memelihara taman eden. Jadi, bekerjalah dengan sukacita, bukan menganggapnya sebagai kutukan, tetapi sebuah kehormatan karena bisa melayani Tuhan dan sesame.
Bukan hard work tapi smart work
Bekerja keras bukan lagi strategi tepat untuk mencapai kesuksesan. Dahulu orang bekerja keras membanting tulang untuk mencapai kesuksesan, namun hal itu bisa membuat Anda kehilangan banyak hal, karena dengan bekerja keras waktu Anda tersita untuk bekerja. Bekerjalah dengan SMART, sehingga Anda bukan hanya menyelesaikan pekerjaan Anda dengan baik, tetapi juga memiliki waktu untuk kehidupan pribadi Anda.
S : Specific
M : Mesureable
A : Attainable
R : Realistic
T : Timely

Beri diri Anda sendiri reward atas hasil kerja Anda.
Seringkali seseorang kehilangan motivasi kerja karena sudah bekerja keras, namun tidak memperoleh penghargaan dari pemimpin maupun rekan-rekan kerjanya. Dan jika Anda mengalaminya, jangan cepat menyerah dahulu. Jika tidak ada seorangpun yang menghargai hasil kerja Anda, ada satu orang yang bisa menghargainya. Siapakah dia? DIRI ANDA SENDIRI! Ya… mengapa tidak. Ketika berhasil menyelesaikan sesuatu, buatlah perayaan bagi diri Anda sendiri. Anda bisa memanjakan diri Anda, menontonlah kebioskop, atau ajak teman-teman Anda makan malam dirumah. Pergilah berbelanja, dan katakan kepada diri Anda bahwa “Hasil pekerjaan saya luar biasa dan saya layak menerima penghargaan ini.” Setelah itu, buatlah tantangan-tantangan yang baru dengan reward-reward baru yang menarik bagi diri Anda. Jika Anda tidak menghargai hasil kerja Anda sendiri, apa lagi orang lain.
Nikmati pekerjaan Anda
Jika Anda tidak dapat menikmati pekerjaan Anda, dan membubuhkan cinta dalam pekerjaan Anda, maka perkerjaan apapun yang Anda kerjakan akan menjenuhkan. Ada sebuah kalimat yang sangat menarik, berbunyi seperti ini,”Cintailah pekerjaan Anda, jika Anda tidak bisa mencintai pekerjaan Anda, cintailah orang-orang yang bekerja bersama Anda. Jika Anda tidak bisa mencintai pekerjaan Anda maupun orang-orang yang bekerja bersama Anda, untuk apa Anda masih disana?”
Jika Anda sudah tidak bisa menikmati pekerjaan Anda, bahkan orang-orang yang bekerja bersama Anda tidak ada yang bisa Anda jadikan sasaran cinta Anda sehingga masih bisa memotivasi untuk bekerja, maka tidak ada lagi alasan untuk bertahan. Sekalipun Anda bertahan pada pekerjaan tersebut, dapat dipastikan Anda tidak menghasilkan sesuatu yang maksimal.
Saat Anda jenuh dengan pekerjaan Anda, jangan terburu-buru mengambil keputusan yang mungkin akan Anda sesali nanti. Meninggalkan pekerjaan Anda, jadikan sebagai pilihan yang terakhir, yang telah Anda pikirkan dengan matang. Sebagian besar waktu manusia setelah dewasa dihabiskan dengan bekerja, jadi jika Anda bekerja lakukanlah dengan sukacita dan semangat. Seorang yang luar biasa pernah berkata, “Jika Anda bekerja sebagai seorang tukang sapu jalan, sapulah jalan hingga para malaikat berhenti dan menengok kebawah dan berkata, disana ada seorang penyapu jalan yang luar biasa sedang bekerja.” Dan pastinya jadikan hal ini motivasi utama Anda, “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Kolose 3:23.
So.. be Smart and success all…

Sudah lama tidak menulis di rumah kesayangan ini. Sibuk dengan pekerjaan dan keluarga (Sekalipun blom ‘berkeluarga’ ya… J), ingin berhenti sejenak. Kesibukan seringkali menyita banyak hal dalam hidup kita. Yang pasti adalah waktu.

Ada sebuah kata bijak yang berkata, tidak ada seorang yang akan mati mengatakan aku menyesal mengapa tidak menggunakan waktuku lebih banyak untuk bekerja. Tetapi orang akan menyesali mengapa dia tidak punya waktu lebih banyak untuk keluarganya.

Waktu adalah komonditas berharga yang seringkali orang tidak menyadari betapa mahal harganya. Segala sesuatu dalam hidup ini ditukar dengan waktu kita. Ingin bukti? Simak baik-baik hal ini :
1. Untuk mendapatkan uang sebagai alat pemenuhan hidup, sandang, pangan dan papan, kita menukarkan waktu dengan bekerja selama 8 jam sehari bahkan lebih.

2. Untuk membeli semua barang yang kita inginkan, kita meluangkan waktu membanting tulang untuk mendapatkan uang supaya bisa membelinya.

3. Untuk merebut hati orang yang kita cintai, kita berikan waktu untuk PDKT, untuk mendengarkan dan mengerti dirinya.

4. Untuk memperoleh pengetahuan, bertahun-tahun kita habiskan untuk belajar.

Semua yang kita peroleh, kita tukar dengan waktu kita.

Kesuksesan, kebahagian, dan kemakmuran hidup adalah hasil dari manajemen waktu yang berhasil. Tidak ada tolak ukur yang bisa menjadi standarisasi, keberhasilan dalam menggunakan waktu kita. Semua itu kembali kepada pribadi masing-masing.

Namun secara pribadi, saya merenungkan apa yang terpenting dalam hidup ini. Semua yang kita miliki dalam bentuk harta benda tidak selamanya akan kita nikmati. Namun saya juga belom pernah mati, jadi tidak tahu, apakah yang manusia bawa dalam kehidupan setelah kehidupan. Tapi saya percaya, bahwa apa yang berharga, tidak akan hilang dengan kejadian dalam kehidupan fana ini.

Harta bisa hilang, hangus dan lenyap oleh karena banyak hal dalam kehidupan ini. Tapi sebuah kepercayaan, tidak akan hilang kecuali kita melepaskannya sendiri. Cinta tidak akan hilang, kecuali kita membuangnya. Kesetian tidak akan hancur, kecuali oleh ulah kita sendiri.

Nah, menurut saya hal-hal seperti diataslah yang penting dan berharga. Semua hal tersebut selalu berkaitan dengan hubungan dengan sesama. Jadi yang berharga dalam hidup ini, harusnya pribadi-pribadi disekitar kita. Orang-orang yang kita kasihi dan mengasihi kita. Namun saya sadari, bahwa saya masih belum menjadikannya prioritas dalam hidup saya. Dan seringkali sebagai manusia, tindakan kita kebalikan dari hal tersebut.

Saya seringkali memperlakukan benda sebagaimana seharusnya saya berlaku kepada manusia, dan memperlakukan manusia seperti benda. Dan akhirnya, banyak kali saya kehilangan hal-hal paling berharga dalam kehidupan ini.

Jadi, semoga kita semua menyadari betapa berharganya waktu kita, dan menggunakannya dengan prioritas yang benar. Selalu memprioritaskan hubungan, adalah sebuah kunci kesuksesan hidup. Jadi be Smart and Succes guys….

Vote for me

Arsip

a

Blog Stats

  • 3,165 hits

RSS indiegal

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Smartlife

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS hlistyowati

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS teman teman

Harga Blog ini.. tapi ngga dijual


My blog is worth $2,822.70.
How much is your blog worth?

Complete answer

Internet sehat

Internet Sehat

Halaman

 

Mei 2008
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031