You are currently browsing the monthly archive for April 2008.

Bercerita tentang pasangan hidup selalu menjadi topik yang menarik baik bagi pria maupun wanita. Menemukan seseorang yang dapat menjadi teman dalam mengarungi lautan kehidupan, pastilah menjadi sebuah hasrat mendasar yang dimiliki manusia. Ketika Anda melabuhkan perahu masa depan Anda seorang diri, pastilah Anda merasa ada yang kurang lengkap sekalipun berbagai kesuksesan telah Anda capai, jika belum ada seorang yang menemani Anda dalam menikmati keindahan dan berbagai momen kehidupan.

Banyak orang berusaha menemukan seseorang yang dapat menjadi pendamping hidupnya dengan berbagai cara. Ada yang berburu di antara lautan manusia, ada juga yang pasif menunggu pujaan hati menampakkan diri. Ada yang memilih biro jodoh, namun ada juga yang memilih-milih setiap kali lamaran datang. Bahkan saat dunia maya mulai menjadi ajang pergaulan global, tidak jarang yang menemukan jodohnya melalui internet. Dari semua cara itu, mana sih yang benar?

Menurut saya untuk menemukan pasangan hidup itu, yang terpenting bukanlah metodenya. Apapun caranya, dasar utama yang terpenting adalah mengetahui benar untuk apa Anda menikah, dan tahu bagaimana menjalaninya dengan baik dan benar. Banyak orang berkata, “Saya ingin menemukan pasangan hidup yang baik.” Ya, memang itu sebuah keinginan yang wajar. Namun perlu di ketahui bahwa tidak semua yang baik itu benar.

Mungkin ada benarnya bila saya mencoba menjabarkan apa yang menjadi pemikiran saya satu persatu. Mengapa saya berkata bahwa tidak masalah metode menemukannya, tetapi saya lebih berfokus kepada mengetahui benar tujuan mengapa Anda harus menikah? Jika alasan Anda menikah karena tuntutan usia, bagi saya itu sudah tidak benar. Apa lagi karena tidak enak dengar apa kata orang, atau karena tuntutan keluarga. Itu semua sudah salah kaprah. Jangan pernah Anda memutuskan untuk menikah hanya karena kepepet. Kedua, jangan pernah menikah untuk melarikan diri dari suatu masalah. Jika Anda melakukannya, saya memberikan ucapan selamat kepada Anda. Masalah itu tidak hilang atau Anda tinggalkan. Masalah itu akan berubah wujud dalam rupa baru, bukan makin kecil tapi akan berlipat ganda. Anda tidak percaya? Silahkan buktikan sendiri.

Mungkin ini adalah sesuatu yang klise, ada yang mengatakan bahwa pernikahan adalah inisiatif Allah sendiri. Pernikahan adalah idenya Tuhan, bukan ide manusia. Ingin bukti? Dalam sebuah kitab yang pernah saya baca, kitab itu menceritakan awal mula penciptaan. Setelah bumi dan segala pendukung kehidupan diciptakan-Nya, Tuhan membentuk seorang manusia yang berjenis kelamin pria. Dari debu tanah dibentuk-Nya manusia, lalu dihembusi dengan Roh-Nya sehingga ia hidup. Setelah itu, manusia ini diajak-Nya melihat semua ciptaan lainnya yang sudah disediakan khusus bagi manusia pertama ini. Manusia diciptakan Tuhan untuk bisa menjadi seorang teman bagi-Nya. Mereka bercerita, sambil menikmati taman dan seluruh isinya. Namun manusia tidak hanya ongkang-ongkang kaki, Tuhan memerintahkannya untuk mengusahakan taman itu.

Ketika dilihat-Nya manusia itu asik bekerja, Tuhan berkata,”Tidak baik bila manusia itu seorang diri saja.” Maka dibuatnyalah manusia ini tidur, diambilnya salah satu tulang rusuknya. Dan kemudian di bentuklah seorang wanita. Setelah itu, Tuhan membawa wanita ini kepada manusia tadi.

Anda lihat? Adakah manusia pertama tadi berpikir, aku butuh seseorang yang menjadi pelengkap hidupku? Tidak. Dia merasa baik-baik saja. Karena tujuan keberadaannya bukanlah untuk menemukan pasangan hidup, beranak-pinak, lalu mati dan ditelan bumi. Manusia diciptakan untuk melayani Tuhan. Manusia dirancang untuk menggunakan seluruh keberadaan dirinya bagi kesenangan Tuhan. Dan hanya dengan menjadikan Tuhan segala-galanya dalam hidupnya, maka kehidupan manusia itu menjadi lengkap. Jadi termasuk pernikahan, tujuannya adalah untuk melayani Allah. Anda menikah untuk kesenangan Tuhan, bukan untuk kesenangan orang lain atau untuk kesenangan diri sendiri.

Jadi bila Anda menikah, yang patut Anda tanya pendapatnya pertama kali, apakah dengan hubungan Anda tidak akan mengganggu hubungan Anda dengannya, bahkan hal itu bisa menyenangkan hatinya, adalah Allah. Jika Anda berpikir menikah hanya untuk memuaskan hasrat biologis Anda, atau sekedar memiliki keturunan, hewanpun melakukannya. Lalu apa bedanya Anda dengan mereka? Anda adalah ciptaan-Nya yang paling mulia, bahkan sekalipun Anda dibandingkan dengan para malaikat sekalipun, Anda tetap lebih mulia. Mengapa? Karena Sang Pencipta langit dan bumi itu telah mati bagi Anda. Dia tidak mengorbankan diri karena malaikatnya jatuh dan memberontak kepada-Nya. Tetapi dia bukan hanya mengorbankan diri-Nya, Dia telah mengosongkan diri-Nya menjadi sama dengan Anda dan saya, supaya bisa memiliki hubungan yang intim kembali dengan kita.

Pernikahan Anda, sudah Allah pikirkan. Itu semua masuk dalam rencana-Nya, bahkan jauh-jauh hari sebelum Anda dibentuk dalam rahim ibu Anda. Bagian Anda adalah mengetahui mengapa Anda harus menikah. Lalu tahu, bahwa yang Anda cari bukan hanya pasangan yang baik, tetapi juga pasangan yang benar. Orang yang baik belum tentu merupakan orang yang benar. Orang yang benar sudah pasti baik. Orang benar dalam standar ini pastilah pertama sudah dibenarkan, karena telah menjadikan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Selanjutnya adalah benar dalam standar orang yang tepat, dalam hal ini Anda telah berkonsultasi dengan Tuhan, lalu mengujinya dengan saringan apakah orang tua Anda menerimanya, dan mengijinkan Anda berdua untuk menjalani hubungan tersebut. Baru selanjutnya adalah respon dari orang-orang yang terdekat dengan Anda. Dalam hal ini bukan berarti Anda menentukannya berdasarkan kata orang, tetapi restu dan penerimaan dari orang-orang terdekat Anda adalah sebuah berkat yang akan membuat hubungan Anda dengan pasangan.

Pernah mengalami badai kehidupan? Pasti setiap orang pernah mengalaminya. Ketika kapal kehidupan Anda berada di tengah badai kehidupan, sepertinya tidak ada harapan, kegelapan menutupi langit, segala sesuatu terombang ambing tak tentu arah, dan Anda berada dalam keputusasaan yang paling dalam, apa yang Anda lakukan? Pastinya, setiap orang mengalami yang namanya kepanikan, takut, kalut dan putus asa. Segala upaya seakan tidak berarti menghadapi amukan badai yang dasyat tersebut. Tangisan, teriakan terdengar di sekeliling Anda, masing-masing sibuk mencoba melakukan upaya untuk membuat keadaan lebih baik. Tapi apakah itu berarti?

Badai adalah sebuah peristiwa yang di luar kendali manusia. Hal itu terjadi bukan karena sebuah perencanaan, hal itu mungkin saja di picu oleh suatu peristiwa, namun bukan direncanakan. Apakah badai bisa dihentikan. Menurut sepengetahuan saya hingga saat ini, badai belum bisa di hentikan. Lalu bagaimana?

Badai itu akan berlalu, ketika sudah waktunya untuk berlalu. Tanpa perlu repot-repot menyingkirkannya, dia dengan sendirinya akan pergi. Demikian juga dengan badai kehidupan. Badai pasti berlalu, upaya kita untuk menyingkirkannya tidaklah berguna. Lalu bagaimana kita harus menghadapinya? Inilah respon saya saat ini, saat badai sedang menghantam perahu kehidupan saya.

1. Saya menerima fakta bahwa hal ini adalah badai yang harus saya hadapi.

Seringkali, orang menyangkali ketika badai kehidupan menghantam perahu kehidupannya. Mereka mencoba melarikan diri, namun yang terjadi mereka melompat kelautan kehidupan lalu tenggelam dan terkubur dalam keputusasaan yang dalam. Anda harus hadapi bahwa ini adalah badai yang harus Anda lewati. Menerima fakta itu, berarti juga mengakui segala perasaan yang Anda rasakan. Ketakutan bukanlah dosa, begitu pula perasaan Anda yang lain, baik itu rasa sakit, kecewa, cemas, sedih dan putus asa. Mengakui dan menerima semua perasaan tersebut bukan berarti Anda larut didalamnya. Mengakui hal tersebut tujuannya agar Anda bisa beranjak dari hal itu dan bangkit kembali. Setelah semua fakta tersebut Anda terima, lakukan hal berikutnya.

2. Gunakan radio panggil kehidupan Anda untuk meminta bantuan, buat tanda SOS sehingga orang lain tahu posisi Anda dan bisa menolong Anda.

Gunakan Radio panggil kehidupan Anda untuk mencari pertolongan. Instrumen pertama adalah DOA. Melalui DOA Anda bisa menghubungi Sang Pengendali alam semesta. Dialah yang bisa membuat badai itu cepat berlalu, bahkan Dialah yang bisa memerintahkan badai itu untuk menjadi tenang. Kepadanya Anda bisa menceritakan semua yang Anda rasakan akibat semua badai itu. Anda bisa menangis didada-Nya tanpa harus mendengar semua penghakiman ataupun nasihat panjang lebar. Dipelukannya Anda bisa merasa tenang, bahkan di tengah badai seganas apapun.

Kedua, kirimkan sinyal SOS pada sekeliling Anda. Paling tidak mereka tahu posisi dan keadaan Anda. Mereka mungkin tidak bisa melakukan sesuatu yang bisa menolong Anda dengan segera, tapi mereka bisa mengirimkan doa-doanya untuk menguatkan Anda. Mereka tahu bahwa Anda sedang dalam keadaan rapuh, dan Anda tahu bahwa Anda tidak sendirian.

3. Setelah semua itu, berdiam dirilah dan temukan posisi dimana Anda bisa menemukan pegangan sementara yang kuat hingga badai ini berlalu.

Jika dalam badai itu Anda panik, dan mencoba berpindah kesana kemari, mungkin saja akibat goncangan yang dasyat dari gempuran badai, Anda akan terlempar dari perahu kehidupan Anda. Saat-saat kritis seperti ini, berdiam dirilah. Temukan kekuatan seperti Daud saat ia mendengar suara Tuhan dalam badai kehidupannya. Tuhan berkata kepada Raja Daud, “Diam dan ketahuilah akulah Tuhan,” dan Daud berkata, “Dalam diam dan percaya kepada Allah terletak kekuatanku.” Berdiam diri disini, dalam arti Anda berserah penuh kepada Tuhan. Anda tidak lagi menggunakan kekuatan dan cara Anda sendiri lagi. Ini adalah kebergantungan penuh pada Allah.

Dan pada akhirnya, percayailah hal ini. Sekalipun Anda tidak melihat adanya jalan keluar, Tuhan sudah menyediakannya. Dia telah melihat ending dari semua ini, dan yang pasti itu adalah sesuatu yang indah. Perahu kehidupan Anda bisa saja hancur, namun tangan-Nya yang kuat tidak kurang panjang untuk menjangkau Anda. Pertolongan-Nya selalu tepat pada waktunya. Rileks, dan ijinkan Tuhan melakukan bagiannya. Yakinilah hal ini, “Masalah tidak di disain untuk membunuh Anda, tetapi untuk membuat Anda semakin kuat.” Ya, masalah itu hanyalah barbel kehidupan, itu adalah latihan untuk memperkuat otot-otot jiwa dan karakter Anda. Semakin hari, Anda akan semakin kuat…

Jangan pernah menyerah menghadapi badai kehidupan sedasyat apapun! Be Strong and take courage.. be strong my friends.. karena badai pasti berlalu, mentari akan bersinar kembali, dan kehidupan baru akan dimulai kembali.. Ini adalah salah satu cara menyikapi kehidupan dengan cara Smart..

Kehidupan bisa memukulmu hingga jatuh..

dia bisa membuatmu terpuruk dan terluka..

tapi itu bukanlah salahmu jika kamu terkapar karenanya..

bangkitlah kembali..

karena hal itu akan menjadi kesalahanmu ketika kamu tidak bangkit kembali..

tidak masalah berapa kali kehidupan ini memukulmu jatuh..

selama kamu masih bangkit satu kali lebih banyak dari pukulan-pukulan itu..

Be strong and take courage..

be strong…

My soul.. my mind.. my spirit..

Be strong and take courage…

Ada sebuah cerita hari ini yang saya baca, seperti menampar wajah saya. Cerita ini di tulis oleh pembicara kepemimpinan dan seorang penulis favorit saya, John C Maxwell. Dia bercerita tentang seorang penjaga mercusuar yang baik. Penjaga mercusuar ini bertugas supaya lampu yang ada di mercusuar itu selalu menyala pada waktu malam. Ini terjadi sebelum di temukan listrik dan bola lampu, jadi lampu mercu suar itu masih menggunakan lampu minya. Si petugas mercusuar ini di beri minyak persediaan untuk menjaga lampu itu tetap menyala selama satu bulan.

Hari-hari berlalu dengan baik, apa lagi si penjaga mercusuar adalah seorang yang pandai bergaul, dan ramah. Dalam waktu singkat, dia sudah diterima dengan baik oleh penduduk sekitar. Beberapa waktu kemudian, datanglah seorang wanita desa tersebut meminta minyak darinya untuk menyalakan perapian di rumahnya, agar keluarganya tetap hangat. Karena di pikirnya, itu tidak melanggar hukum dan dia kasihan kepada wanita tersebut, diberikannya sedikit minyak kepada wanita itu. Lalu dilain waktu ada beberapa orang dating meminta sedikit minyak untuk menyalakan lampu, melumasi rantai dan hal-hal lainnya. Si penjaga yang baik hati ini, dengan dermawan memberikannya.

Tanpa disadari persediaan minyak untuk lampu mercusuar itu semakin menipid. Hingga suatu malam, minyak yang dimilikinya telah habis. Sedangkan dia belum menerima kiriman persediaan minyak kembali, karena memang belum satu bulan. Pada malam itu lampu mercusuar tidak menyala, sedangkan laut di sekitar mercusuar itu terdapat banyak batu karang. Pada malam itu dilaporkan beberapa kapal karam, dan nyawa beberapa awaknya meninggal dunia karena tak tertolong. Hal itu terjadi karena mercusuar itu lampunya tidak menyala.

Si penjaga mercusuar ini mengingatkan pada diri saya. Seringkali saya tidak mengingat apa tugas saya, dan mana yang menjadi prioritas saya yang utama. Melakukan kebaikan, itu sesuatu yang mulia. Namun jika karena hal itu, saya harus mengorbankan apa yang menjadi prioritas utama saya, maka saya adalah pribadi yang tidak bertanggung jawab dan tidak bisa dipercaya. Apa yang saya lakukan bukan hanya berdampak terhadap kehidupan saya sendiri, tetapi masih ada rentetan kejadian yang akan berimbas kepada banyak orang di sekitar saya, bahkan kepada mereka yang saya sama sekali tidak pernah tahu.

Menjaga prioritas kehidupan bukanlah sesuatu yang mudah. Menjaga untuk mengutamakan apa yang utama, menolak yang baik untuk bisa mencapai yang terbaik, terkadang membutuhkan banyak pengorbanan. Seringkali karena hal itu, ada pandangan-pandangan sinis yang terarah kepada kita. Namun itu lebih baik dari pada Anda menyesalinya.

John C Maxwell juga mengutip kata-kata seperti ini, mungkin tidak persis sama:

Jika seseorang terfokus pada satu hal dalam hidupnya, biasanya dia akan mendapatkan pada akhirnya. Namun jika orang memiliki banyak keinginan, pada akhirnya dia akan menuai apa yang ditaburnya, yaitu penyesalan karena tidak mencapai satupun keinginannya.

Prioritas berbicara juga tentang fokus kehidupan kita. Pada hal ini John Maxwell membagikan prinsip yang dipelajarinya dalam dunia bisnis, yaitu prinsip pareto. Prinsip ini adalah sebuah hukum kehidupan, artinya hal ini berlaku bukan hanya dalam dunia bisnis. Prinsip pareto ini adalah tentang prinsip 20/80. Artinya seperti ini, 20 % kegiatan kita menghasilkan 80 % hasil yang kita terima, demikian sebaliknya. Yang terpenting adalah mengetahui mana tindakan yang 20 % ini, yang memberi kita 80% hasil. Jika Anda ingin sukses dalam kehidupan ini, tentukan apa yang menjadi fokus 20% Anda. Kesuksesan bukan berbicara tentang seberapa keras Anda bekerja, namun seberapa SMART Anda menangani pekerjaan Anda. Kerja keras bukan berarti produktifitas. Prioritas dan tindakan Anda yang Smart akan menentukan seberapa sukses hidup Anda. Jadi, be SMART and success guys…

Apakah mata Anda sering terpana oleh penampilan pria dan wanita seksi yang melintas di sekitar Anda? Jika Anda jujur seperti saya tentu Anda akan menjawab ya.. ha..ha..ha.. itu adalah manusiawi. Siapa yang rela melewatkan pemandangan bagus yang melintas di hadapan kita. Namun saat ini saya tidak ingin membahas masalah yang lewat itu. Tapi tentang bagaimana seseorang bisa menjadi enak di lihat. Namun maaf saya juga tidak ahli dalam hal ini.. he..he..he.. bagi saya olah raga adalah sebuah perjuangan berat. Bisa olahraga seminggu sekali saja itu mujizat…

Jika penampilan raga bisa membuat banyak orang terpana, saya pikir penampilan batiniah kita yang tidak selalu terlihat jelas tentu akan menjadi sesuatu yang menarik untuk dibahas. Raga kita mungkin saja
bisa terlihat six pack atau aduhai, namun jika mental dan jiwa kita ‘kerdil’ tentu pribadi kita menjadi kurang menarik untuk menjadi seorang sahabat.

Yang namanya kepribadian seringkali tidak mudah dikenali seperti ketika melihat penampilan raga seseorang. Seseorang bisa kita tahu memiliki budi pekerti yang baik, dan seseorang yang bisa dipercaya dan memiliki mental yang kuat, membutuhkan waktu.

Bagaimana kita bisa mengenal pribadi sebenarnya dari seseorang? Kita bisa mengenalnya saat dia melewati krisis demi krisis kehidupannya. Krisis dan tekanan selalu memunculkan siapa diri Anda sebenarnya. Akan sulit bagi seseorang untuk terus menggunakan topengnya ketika menghadapi tekanan demi tekanan.

Namun tantangan kehidupan dan krisis bukanlah sesuatu yang harus Anda benci. Jika Anda membenci masalah dan tantangan ibarat Anda membenci olahraga. Masalah yang dapat Anda tangani dengan baik akan membuat Anda bertambah kuat. Masalah membuat otot-otot iman Anda terlatih. Masalah membuat Anda mampu membentuk karakter dan sikap yang benar. Masalah bukanlah sesuatu yang harus kita hindari, tetapi sesuatu yang harus taklukan.

Kehidupan tanpa masalah dan tantangan, akan menjadi seperti sebuah game yang sangat mudah. Kita akan bosan dan tidak bisa menikmati kehidupan. Setiap masalah dan tantangan selalu ada jalan keluarnya, hanya menunggu untuk kita temukan. Solusi sudah menanti di luar sana. Untuk memenangkan pertandingan kehidupan ini Anda hanya membutuhkan ketekunan, daya juang, semangat dan kerja keras. Di atas semua itu tentunya iman dan kepercayaan kita kepada Tuhan tentunya.

Sama seperti ketika kita mulai melatih otot-otot tubuh kita, mungkin pertama kali kita mengangkat barbel seberat 1 kilo selama 20 menit, sesudah itu otot lengan kita akan terasa sakit. Namun coba Anda rutin melakukannya setiap hari selama 3 bulan. Maka barbel itu suda tidak terasa berat lagi, dan otot lengan Anda sudah terbiasa serta siap untuk menanggung beban yang lebih berat lagi. Efeknya adalah otot lengan Anda terbentuk. Demikian juga dengan manusia rohani kita, atau mungkin lebih mudah dicerna adalah mentalitas dan karakter kita. Setiap kali Anda berhasil mengatasi suatu masalah, Anda menjadi lebih kuat. Hari demi hari, kita dilatih untuk menjadi semakin kuat dan semakin baik lagi. Namun semua itu ditentukan oleh respon Anda terhadap masalah yang menghampiri Anda.

Respon Anda bisa marah dan kecewa serta putus asa, dan hasilnya Anda menjadi pribadi yang lembek dan mudah dikalahkan. Tetapi jika Anda belajar meresponi dengan benar, mencoba menemukan segala hal indah yang terbungkus dalam bungkus kado masalah yang tidak enak ini, tentunya Anda akan semakin kuat dan menjadi orang yang berhasil. Jadi jangan terlalu sinis ketika masalah menghampiri Anda. Tersenyumlah dan sambutlah dia dengan baik, maka bisa saja dia hanya mampir sebentar dalam hidup Anda dan segera pergi melanjutkan perjalanannya. Andapun tidak rugi karena emosi Anda tidak terkuras, karena Anda merespon secara positif, dan juga sekeliling Anda bisa di berkati dengan melihat teladan Anda.

Jadi coba mulai hari ini, kita tidak hanya mengolah raga kita, tapi juga mengolah mental dan spiritual kita. Mari kita olah mental dengan berani menerima tantangan, dan mau terbuka dengan hal-hal baru dan terus belajar dan membaca. Selain itu juga kita olah roh kita dengan bermeditasi serta membangun hubungan dengan pencipta semesta ini. Jadilah pribadi yang membuat terpana bukan hanya karena casing luar kita saja, tapi benar-benar karena kita memiliki hard ware, sistem dan software kehidupan yang nomor wahid. So friends, be Smart and success..!

Vote for me

Arsip

a

Blog Stats

  • 3,099 hits

RSS indiegal

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Smartlife

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS hlistyowati

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS teman teman

Harga Blog ini.. tapi ngga dijual


My blog is worth $2,822.70.
How much is your blog worth?

Complete answer

Internet sehat

Internet Sehat

Halaman

 

April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930