Hari ini, saya diminta bicara di pertemuan rutin kantor. Awalnya bingung juga sih mau bicara apa. Akhirnya saya putuskan bicara tentang sesuatu yang mendasar, yaitu tentang cinta. Mengapa cinta? Karena cinta itu dapat direfleksikan dalam segala hal dalam kehidupan, bahkan dalam pekerjaan.
Jika Anda membubuhkan cinta dalam sesuatu yang kecil yang sedang Anda kerjakan, hal itu bisa menjadi adikarya. Seperti itulah dampak cinta. Cinta menghasilkan kekuatan yang kadang kita sendiri tak tahu datangnya dari mana.
Barusan, saya makan malam dengan seorang teman. Sambil ngobrol, saya nguping dan mencuri-curi memperhatikan sepasang kekasih yang sedang pacaran (Hem..maaf ya.. ini kebiasaan saya dari dulu.. he…he..he…). Ya.. tahu sendirilah bagaimana orang pacaran. Cinta membuat mereka tidak malu-malu lagi menyuapkan makankan kepada kekasihnya di depan umum. Cinta mampu membuat seorang pria menjadi kenyang dan tidak memesan apapun asal pacarnya bisa beli makanan ditempat yang disukainya… cie.. ceritanya pengorbanan nih…
Tapi itulah cinta. Dalam sebuah kitab, seorang raja agung menuliskan sebuah syair tentang cinta yang berbunyi demikian:
Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!
Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina.
Kidung Agung 8:6-7
Demikianlah kekuatan cinta.





4 comments
Comments feed for this article
Maret 19, 2008 pada 5:34 am
alvanina
Yupz..bener bgt boss… Klo ngmng masalah cinta mungkin 7hari 7mlm gak akan slsi… cinta itu unik tp flexible koq… yg aq prnh baca bahwa pd dasarnya setiap orang mmpunyai cinta dlm hatinya tp tergantung bgmn org itu memahaminya dan siap memberikannya pada org yg tepat & berhak menerimanya…
‘Lam kenal..
Maret 19, 2008 pada 9:05 am
vjmaholtra
salam kenal alvanina….
betul sekali yang kamu katakan.. demikianlah cinta…
Tapi satu hal ya… setiap orang layak untuk dicintai.. siapapun dia…
April 23, 2008 pada 2:31 pm
gratcia
Quote: “Badai itu akan berlalu, ketika sudah waktunya untuk berlalu. Tanpa perlu repot-repot menyingkirkannya, dia dengan sendirinya akan pergi. Demikian juga dengan badai kehidupan.”
Bener, untuk segala sesuatu ada waktunya, habis malam selalu datang pagi, bahkan air bah sekalipun ada waktunya surut
Yg penting dalam masa2 dimana situasi mengguncangkan kita, ttp percaya pada janji dan ga pernah putus harapan
Hope is our greatest asset!
GREAT entry!
Gratcia
PS: Can I link you, jadi kalo jalan2 kesini gampang
Thanks so much!
April 23, 2008 pada 2:33 pm
gratcia
Ow…dan sama2 ikutan CIBFest, salam kenal ya…
sangking semangatnya jadi lupa kenalan dulu..haha!
JLU!
G