You are currently browsing the daily archive for Desember 3rd, 2007.

Halo sahabat….
Bagaimana perjalananmu hari ini? Tentu penuh warna bukan…?
Begitulah kehidupan, begitu indah dengan berbagai warna yang menghiasinya. Tergantung bagaimana kita menyikapi waktu kita menjalaninya. Untuk dapat melihat pelangi menghiasi langit, harus ada hujan yang mengguyur. Untuk merasakan hangatnya mentari pagi, harus ada dingin malam yang memelukmu. Dan untuk dapat tertawa dalam keriangan harus merasakan juga sedihnya tangisan. Dan untuk menikmati kemenangan, kita harus melewati titian kegagalan.
Sahabatku, perjalanan kehidupan menghadirkan banyak berkat yang tersembunyi yang sering kali terlewatkan oleh mata kita. Seringkali kita hanya berfokus bagaimana untuk sampai ke tempat tujuan dan melupakan untuk menikmati indahnya perjalanan. Terkadang, kitapun harus menyempatkan waktu untuk menepi dan menikmati indahnya karya tangan Sang Khalik. Bukannya membuang waktu, saudaraku. Tetapi kehidupan bukanlah hanya mengenai pencapaian, tetapi juga proses.
Seperti ketika kita makan, kalo fokus kita hanya untuk mengenyangkan perut tentu makanan apa saja dan dimasak bagaimanapun asal itu sehat, bergizi dan memenuhi standar akan kita makan dalam hitungan detik. Tapi setiap kali kita makan, kita pasti memilih menu bukan? Kenapa? Karena kita ingin menikmati rasa dari setiap kunyahan kita.
Kehidupan bila dinikmati, baik itu manis, pahit, dan sedikit asin akan lebih ringan dijalani. Bahkan akan lebih berkesan lagi, bila kamu bisa berbagi dengan orang yang kamu kasihi… Siapapun dia.. bukan hanya pasangan hidup loch…
Berbagi. Terdengar sedikit sulitkah ?
Ya, berbagi mengandung resiko mengungkapkan dirimu yang sebenarnya
Tertawa mengandung resiko menampakkan kebodohan
menangis mengandung resiko menampakkan kecengengan
mendatangi orang lain mengandung resiko keterlibatan
membeberkan gagasan dan cita-cita mu dihadapan banyak orang mengandung resiko di cela dan dipatah arangkan
mencintai mempunyai resiko tidak dicintai
mempercayai memiliki resiko di khianati
dan mencoba memiliki resiko untuk gagal
Tetapi resiko harus tetap diambil, karena bahaya terbesar dalam kehidupan adalah tidak mau mengambil resiko apapun. Orang yang tidak mengambil resiko, tidak berbuat apa-apa, tidak memiliki apa-apa, dan bukan apa-apa.
Resiko selalu ada, tapi bukan untuk dihindari. Resiko mengajarkan kita mempercayai Sang Khalik sepenuhnya. Bahwa Dia memegang kendali penuh atas dunia ini dan kehidupan kita. Dan apapun yang kamu lewati dalam kehidupan, baik itu medaki gunung terjal ataupun menuruni lembah kelam, Ia bersamamu. Selamat berjalan bersama-Nya.
Sedang menepi,
Pengembara

Hidup menghadiahkan kepada kita hari-hari yang panjang dan penuh liku. Dalam perjalanan kita menuju garis akhir terkadang kita lelah, ingin berhenti dan menyerah. Kawan, engkau tidak sendiri. Semua orang mengalaminya, termasuk aku. Kehidupan bukanlah perlombaan lari sprint 100 m tetapi kehidupan adalah lomba lari maraton atau mungkin bahkan triatlon. Hasil yang ingin dicapai bukanlah hanya kecepatan tetapi mencapai garis akhir. Untuk menang dalam perlombaan kehidupan ini dibutuhkan stamina yang kuat, semangat dan visi yang jelas.
Lelah..? pasti..!! tetapi harusnya semua itu setimpal dengan apa yang akan kita terima. Apakah engkau tahu apa yang telah menantimu di ujung kehidupanmu? Sebuah perayaan kemenangan… pesta yang meriah… dan penghargaan dari sang Khalik.
Kemenangan dalam kehidupanmu bukan diukur dari apa yang engkau miliki, pencapaian-pencapaianmu dan semua yang menjadi kebanggaan manusia. Kehidupan ini adalah sebuah proses kebermaknaan bukan pencapaian. Waktu-waktu yang kita lalui, hanyalah proses dimana kita diharuskan untuk mempelajari tentang mengenal sang Khalik dan sesama kita. Ketika kita bisa memaknai kehidupan kita dengan dua hubungan ini, maka mungkin kita sudah mendekati garis finish.
Wah… saya menantikan saat-saat itu….
Kadang kehidupan ini dinilai manusia begitu rendah dengan jumlah materi, kedudukan dan kesenangan sementara. Demi semua itu, manusia rela menukarkan hal yang paling berharga baik dalam kehidupan ini maupun sesudah kehidupan. Mereka rela menukarkan hubungan dengan sang Khalik dan hubungan dengan sesamanya, untuk kefanaan.
Saat ini, kesuksesan diukur dari materi, popularitas, status sosial dan hal-hal yang bisa hilang dalam hitungan detik. Akhirnya penghargaan akan betapa agungnya sebuah hubungan sangat kecil. Hubungan hanyalah alat manipulasi demi mencapai semua yang di sebut ‘kesuksesan’ itu. Bahkan ‘Tuhan’ pun dimanipulasi untuk memperkaya diri sendiri.
Sahabat, hari ini aku ingin memperlihatkan apa yang kulihat dalam peta menuju ‘dunia tanpa batas’. Salah satu yang membuat kita dapat terus tersenyum sekalipun ketika bumi bergoncang dan langit menjadi gelap, itu adalah ikatan yang kuat dengan sang Khalik dan orang-orang yang kita kasihi. Jika dua hal ini engkau miliki, engkau memiliki segalanya. Engkaulah orang yang terkaya didunia dan akhirat. Engkaulah pemenang yang tidak mungkin kalah. Sebab engkau memiliki esensi kehidupan.
Sebuuah hubungan dibayar dengan waktu dan keberadaan kita. Saat ini, jika engkau mau kehidupanmu menjadi lebih baik, aturlah jadwalmu dan sediakan waktu untuk bertemu dengan sang Khalik dan para kekasih jiwamu. Mereka telah lama menantimu….

Dari sahabatmu,

Pengembara

Vote for me

Arsip

a

Blog Stats

  • 3,122 hits

RSS indiegal

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Smartlife

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS hlistyowati

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS teman teman

Harga Blog ini.. tapi ngga dijual


My blog is worth $2,822.70.
How much is your blog worth?

Complete answer

Internet sehat

Internet Sehat

Halaman

 

Desember 2007
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31