Menjadi kaya, sukses dan mandiri, dulu itu adalah impianku. Sejak kecil aku di ajar untuk mengejar semuanya itu. Aku dilahirkan sebagai anak kedua dari dua bersaudara. Namaku Puji, bagiku masa lalu tak pernah ada, dan masa depan adalah sesuatu yang tertutup kabut. Aku dilahirkan dan besar tanpa mengenal ayahku. Aku tidak pernah tahu sanak saudaraku, dan silsilah keluargaku. Semua itu masih menjadi misteri bagiku.
Namun kehidupan memang penuh misteri, jadi untuk apa memusingkan diri dengan semuanya itu. Hari ini aku belajar untuk hidup di masa sekarang. Kemarin sudah lewat, dan esok belum datang. Untuk apa dibebani dengan apa yang telah lewat dan mengkuatirkan apa yang belum tentu terjadi.
Jika aku berkata menjalani semua itu adalah hal yang mudah, aku adalah pembohong besar. Hidup di hari ini tidak semudah yang dikatakan.
Sejak kecil, aku dihantui olehh masa lalu, dan melihat buramnya masa depan. Ibuku hanyalah seorang pembantu, dan aku dibesarkan dengan keringat dan kerja kerasnya. Dalam benakku tertanam sebuah gambaran buramnya kehidupan. cerita selengkapnya..
Tidak seorangpun yang tahu apa yang akan terjadi di depan nanti dengan pasti. Kehidupan merupakan sebuah kepastian dari ketidak pastian. Mungkin sedikit membingungkan, namun dalam kehidupan ini tidak seperti ilmu pasti seperti matematika. Jika 1+1=2, kehidupan bisa membuat 1+1 hasilnya menjadi 3,11,5 atau juga 2. Masalah apa yang akan terjadi dan bisa ditebak, atau yang sering disebut ramalan, menurut saya adalah bagian dari hukum kemungkinan.
Dengan hukum kemungkinan, kita bisa memprediksi apa yang akan terjadi dengan hasil yang paling mendekati. Namun, jika hidup harus dengan terus menebak apa yang mungkin terjadi, seperti berjudi, ada beberapa hal yang perlu dipikirkan.
Berjudi ada kemungkinan menang dan kalah, namun siapapun yang ikut bertaruh pasti berharap menang, bahkan sang bandar sendiri, ingin hanya dirinya lah yang menang. Jika menjalani kehidupan seperti ini, maka sikap seseorang akan menjadi sangat egosentris. Dengan harapan untuk memenangkan sebuah pertaruhan, seseorang bisa mengandalkan segala cara. Bahkan meskipun dia tidak melakukan tindakan curang untuk menang, dia tidak akan pernah perduli dengan kerugian yang dialami oleh orang lain. Read the rest of this entry »
Tuhan tidak pernah panik. Saat mungkin semua orang datang padaNya dengan pengaduan berbagai masalah, Dia tetap tenang.
Dia tidak panik karena banyaknya penghujatan kepadaNya. Dia mungkin sedih, tetapi Dia tidak pernah responsive. Dia bisa marah, itu benar. Dia bisa merasa sedih, itupun juga benar. Dia juga bisa merasa senang dan gembira, itu sangat benar. Karena Tuhan pun memiliki perasaan, dia bisa merasakan semua yang kita rasakan. Tapi Tuhan tidak pernah bertindak berdasarkan perasaan.
Tidak ada situasi tanpa pengharapan, yang terjadi adalah orang yang kehilangan pengharapan. Yang menentukan seperti apa hidup yang Anda jalani bukanlah apa yg terjadi diluar diri Anda, tetapi apa yang terjadi didalam diri Anda. Didalam hati dan pikiran Anda.
Apa yang terjadi diluar bisa saja badai dasyat, atau angin lembut. Tapi sikap dan perasaan Anda adalah seperti rumah dimana Anda bisa mendapatkan perlindungan. Seperti apakah bangunan rumah Anda? Sudahkah Anda mempersiapkan rumah hati dan pikiran Anda untuk menghadapi saat-saat yang sulit? Atau Anda tidak pernah menyadari hal ini sama sekali?
Badai kehidupan boleh saja mengelilingi diri Anda, tapi jangan ijinkan hal itu terjadi didalam diri Anda. Apa yang terjadi disekeliling Anda dan diluar sana, mungkin Anda hanya memiliki sedikit sekali kendali atas hal itu, atau bahkan diluar kendali Anda. Tapi sadarilah hal ini, bahwa Anda memiliki kendali atas diri Anda. Anda memiliki kendali atas hati dan pikiran Anda.
Apa yang Anda rasakan adalah hasil dari reaksi berbagai pikiran. Bisakah Anda tersenyum sambil memikirkan hal-hal yang menyedihkan dan menyakitkan? Mungkin bisa, tapi senyuman kecut yang aneh. Demikian juga sebaliknya, cobalah pikirkan sesuatu yang menyenangkan, yang membuat Anda antusias dan bahagia. Tapi lakukanlah dengan wajah yang tertunduk, dan posisi badan sedikit membungkuk. Apakah bisa Anda rasakan antusias itu mengasai tubuh Anda? Saya yakin akan sulit.
Apa yang mau saya bagikan disini? Saya ingin Anda menyadari bahwa Anda bisa mengubah situasi hati Anda dengan sikap tubuh dan pikiran Anda. Anda memiliki kuasa yang luar biasa dengan otak yang Anda miliki.
Jika Anda sedang tertekan, jangan ikuti kata hati Anda untuk tertunduk dan mulai sibuk dengan pikiran negatif Anda. Berdirilah, angkatlah wajah Anda. Rentangkan tangan Anda ke atas dan tarik nafas dalam-dalam sambil pikirkan hal-hal yang menyenangkan. Saya bisa pastikan, jika Anda konsisten dengan hal ini perasaan Anda akan mengikuti. Anda dapat memiliki ketenangan dan sukacita bahkan saat-saat tersulit dalam hidup Anda.
Ingatlah ini. Anda memegang kendali untuk hidup Anda. Pastikan bahwa benar-benar Anda yang memegang kendali. Jangan biarkan diri Anda menjadi zombie, atau boneka yang hanya merespon pada situasi dan kondisi. Atau bahkan Anda menjadi orang yang dikendalikan oleh oknum lain. Pastikan diri Anda merdeka dan memiliki kebebasan untuk menikmati apa yang benar-benar Anda inginkan. Itu dimulai dari diri Anda, putuskan, lakukan dan cobalah terus menerus. Memang hal ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi ini bisa Anda lakukan. Anda hanya perlu melakukannya tiap-tiap hari, tiap-tiap jam hingga detik-detik yang Anda jalani. Sampai hal ini menjadi sebuah kebiasaan dan lifestyle Anda.
Setelah berbulan-bulan tenggelam dalam kesibukan kerja, yang notabene, pekerjaanku juga adalah menulis (hal inilah yang kadang membuatku kehabisan semangat untuk mengisi blog..) akhirnya aku putuskan untuk memulai kembali mengisi halaman-halaman blogku ini. Kuharap bisa kembali konstan untuk mencurahkan buah pikiran dan isi hati di sini.
Terkadang menulis memang tidak bisa dipaksakan, karena kalau sudah jenuh dan mentok, apa yang keluar rasanya hambar sekali. Ini kurasakan beberapa waktu lalu, sepertinya semua yang kutulis tidak ada nyawanya. Tidak menggigit dan bertaring, rasanya seperti melakukan pekerjaan saja (Ya… memang kerjaan sih…). Hal ini membuatku kehilangan kepuasan atas buah tanganku.
But it’s new year, and every day is a new begining. Jadi mari mulai kembali, tekan tuts-tuts keyboard notebook kembali. Wellcome back my friends, I hope all of you enjoy my tough that I wrote. Bless u all.
Anda tidak akan pernah tahu bahwa Yesus adalah satu-satunya yang Anda butuhkan dalam hidup ini, hingga Anda dalam keadaan tidak memiliki apapun, dan Yesuslah satu-satunya Anda punya.
Apa yang Anda miliki saat ini? Sebuah pekerjaan yang membuat Anda menerima gaji setiap awal bulan untuk mencukupi kebutuhan hidup Anda, sebuah tabungan dengan jumlah lumayan untuk berjaga-jaga, dana pengsiun, dan asuransi kesehatan. Tidak hanya itu, ada pasangan hidup yang mengasihi Anda, sahabat-sahabat, teman dan juga saudara serta orang tua yang memperhatikan Anda.
Hingga hari ini, kehidupan Anda tidak ada sesuatu yang perlu dikuatirkan, pekerjaan berjalan baik, karir sedang berkembang, investasi bertumbuh, dan kesehatan dalam kondisi fit. Sepertinya, Anda adalah orang yang sangat beruntung dan diberkati sekali.
Namun ada sebuah pertanyaan bagi Anda, dalam keadaan seperti ini, apakah Anda membutuhkan Tuhan? Tentu saja. Mungkin itu jawaban Anda. Namun, Anda tidak akan pernah tahu bahwa Yesus adalah satu-satunya yang Anda butuhkan dalam hidup ini, hingga Anda dalam keadaan tidak memiliki apapun, dan Yesuslah satu-satunya yang Anda punya.
Seperti Daud saat dikejar oleh Saul untuk dibunuh, dia memikirkan dengan caranya sendiri untuk menolong dirinya. Dia pergi pada para imam, bahkan pada Samuel, tidak juga didapatinya pertolongan, lalu Daud pergi mencari perlindungan di Gat, di negeri musuh, namun ancaman ternyata malah mendekat sehingga dia berpura-pura gila. Hingga akhirnya Daud berada di padang gurun dan menemukan gua Adullam. Disanalah Daud berdiam diri dan menyadari bahwa Tuhanlah satu-satunya yang dimilikinya dan dibutuhkannya. Sama seperti wakti Daud menumbangkan Goliat, yang dibutuhkannya adalah perkenanan Tuhan. Batu kecil yang dipakainya hanyalah alat uang tak berarti, tapi ketika tangan Tuhan campur tangan, hal itu bida menumbangkan raksasa itu.
Saat itu, Daud menyadari bahwa satu-satunya yang dibutuhkannya adalah Tuhan. Maka, ketika Daud menyadari hal itu, Tuhan merubah cara pandangnya. Di gua Adullam itu juga, Daud dipakai Tuhan mengubah para penjahat, orang yang terlilit hutang, dan banyak orang bermasalah lainnya menjadi para pahlawan.
Sebelumnya, orang-orang itu terpuruk. Namun saat mereka bertemu Daud, raksasa-raksasa dalam hidup mereka pun ditumbangkan dan dihabisi.
Anda pun dapat menumbangkan dan menghabisi raksasa yang muncul dan mengintimidasi kehidupan Anda. Anda dapat mendatanginya dengan nama Tuhan yang memimpin barisan orang Israel, maka saat itu apapun yang ada ditangan Anda bisa menjadi sebuah senjata yang mematikan. Dalam cerita ini, skenarionya sudah jelas, bahwa pada akhirnya Anda pasti keluar sebagai pemenang.
Kehidupan Anda, masa depan, kesehatan, dan segala kebutuhan kehidupan Anda ada ditangan Tuhan. Yang Anda butuhkan bukanlah asuransi yang benar-benar aman atau lebih banyak uang lagi. Satu-satunya yang Anda butuhkan agar Anda aman dalam hidup ini hanyalah Tuhan Yesus Kristus.
So if you want the real success, just receive Jesus in your life. That the smart way in this life. So, be smart and success, people…!
Bicara tentang kesehatan, sehat memang sesuatu yang berharga yang akan kita tahu nilainya saat rasa sakit menjangkit. Jika sehat itu mudah, itu bicara bagaimana tahu porsi akan segala sesuatu. Baik yang masuk dalam tubuh, maupun yang harus keluar. Lebih sering orang mengatakan keseimbangan.
Saya sering berkata, bahwa sentral kehidupan ini adalah hati. Demikian juga kesehatan, itulah hal yang saya percayai. Saat hati kita bersih, sehat, tanpa kebenciaan dan rasa sakit, maka tubuh akan mengikuti dengan sendirinya. Namun kebanyakan orang menganggap manusiawi untuk menyimpan sampah dalam hatinya, kemarahan, kesedihan, sakit hati, keraguan dan berbagai hal busuk, yang akhirnya secara tidak sadar semua itu bukan hanya mengotori jiwa dan rohnya, namun juga tubuhnya.
Kebersihan adalah pangkal kesehatan, itu mungkin slogan yang sering diajarkan sewaktu kita masih sekolah dasar. Namun ajaran ini hanya mendidik anak-anak untuk kebersihan jasmaniah, sesuatu yang terlihat dari luar. Sedangkan kebersihan yang didalam, di hati manusia, dilupakan dan akhirnya membuat banyak orang tidak pernah menyadari betapa pentingnya untuk menjaga kebersihan hatinya masing-masing.
Menjaga hati kita, bukanlah tugas orang lain, bukan juga bagiannya Tuhan. Setiap orang memiliki tanggung jawab untuk menjaga hatinya masing-masing, disitulah bagian terpenting dari anugrah Tuhan bagi manusia, yaitu sebuah kehendak bebas. Setiap orang diberi sebuah kepercayaan untuk memilih, sesuai dengan kehendak bebasnya, untuk memasukkan kedalam perbendaharaan hatinya apa yang baik menurut pandangannya. Apa yang baik dan benar menurut pandangannya masing-masing, sesuai apa yang telah ia pelajari dalam sekolah kehidupan, ketika setiap pribadi bertumbuh seiring dengan waktu.
Hati adalah apa yang kita rasakan, begitu juga dengan kesehatan tubuh, adalah tentang apa yang kita rasakan. Apa yang dirasakan tubuh, dapat kita ketahui oleh adanya jaringan urat dan syaraf yang terangkai menjadi satu kesatuan dengan pusat kendali tubuh, yaitu otak kita. Namun, otak kita bekerja berdasarkan dua system, yaitu otak sadar dan otak tidak sadar. Otak sadar akan berjalan berdasar logika dan responsif berdasarkan pehitungan. Namun otak tidak sadar, akan berespon berdasarkan hati dan perasaan manusia yang terdalam.
Jika Anda pernah mendengar, sebuah ayat kitab suci menuliskan, “Hati yang gembira adalah obat, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.” Kebenaran ini telah diketahui selama ribuan tahun lalu, oleh mereka yang belum mengenal teknologi kedokteran maupun phisikologi. Namun setelah berbagai penyelidikan dan pembuktian, tertawa, senyum dan sukacita dan kegembiraan, membuat efek yang besar terhadap kesembuhan. Tak heran maka jika saat ini muncul berbagai cara penyembuhan dengan menstimulasi kegembiraan, tawa, dan sukacita. Namun, saya mau tekankan kembali, bahwa tanpa hati, sekalipun hal tersebut memiliki dampak, kesembuhan itu tidak akan efektif. Jika kegembiraan dan sukacita yang kita alami hanyalah palsu, apa yang kita dapat. Tapi, itu bukan berarti kita menunggu kebahagiaan datang mendekati kita. Sesuatu yang datang secara kebetulan itu sangat kecil kemungkinannya, jika itu yang kita lakukan, kita bermain judi dengan kehidupan. Kegembiraan dan sukacita kehidupan ini adalah keputusan, kawanku. Itu adalah keputusanmu sendiri, apakah kamu mau bergembira atau bermuram durja.
Situasi, dan kondisi tidak dapat kita kendalikan. Situasi dan kondisi di sekitar kita itu seperti angin, mereka bertiup sekehendak hati mereka. Jika kita melihat terus kepada angin, kita tidak akan pernah menabur, apa lagi menuai sesuatu. Maksud saya adalah, jangan dikendalikan oleh apa yang terjadi dalam kehidupan Anda. Biarkan angin datang menerpa Anda, namun kendalikan layar sikap hati Anda, maka perahu kehidupan Anda akan melaju kedepan. Namun jika Anda salah mengarahkan layar sikap hati Anda, hati-hati, Anda bisa tenggelam dalam lautan kehidupan.
Apakah itu artinya kita tidak boleh bersedih saat duka datang menyapa? Tidak saudaraku, itu bukan berarti Anda harus menyangkali perasaan Anda. Itu hanya berarti bahwa Anda harus membedakan mana yang fakta dan mana yang masih ada dalam kendali Anda. Duka yang datang, seperti kehilangan orang yang kita kasihi adalah sebuah fakta yang tidak dapat kita pungkiri. Kita harus menerima fakta bahwa dia telah pergi. Kita harus menerima fakta bahwa situasi itu tidak dapat kita ubah. Anda boleh saja bersedih, namun kembali saya ingatkan akan prinsip keseimbangan. Jangan larut dalam kesedihan Anda. Kehidupan akan terus berjalan, baik Anda berdiri dan melanjutkan perjalanan kehidupan Anda, atau Anda memutuskan untuk tenggelam dalam perkabungan dan terkubur bersama kesedihan Anda. Semuanya kembali kepada diri Anda, kepada keputusan Anda.
Mungkin tidak mudah, tetapi seorang sahabat pernah berkata, “Apa sih yang mudah, ketika kita baru pertama kali mencobanya?” Ya, memang tidak mudah, satu atau dua kali mungkin Anda akan mengalami kegagalan. Mungkin Anda masih akan menengok kebelakang, dan mengingat kembali sambil menitikkan air mata. Tapi, mungkin setelah ratusan langkah kedepan, Anda bisa menengok kebelakang dan tersenyum bangga. Mengingat semua kenangan indah bersama orang yang Anda kasihi itu. Mengingat berbagai hal yang telah Anda bagi bersamanya. Dan itu lah yang berharga dalam kehidupan Anda.
Ingatlah, tidak semua hal ada dalam kendali Anda. Namun percayalah, bahwa segala sesuatu ada dalam kendali Tuhan. Jika Anda tidak dapat berbuat sesuatu lagi, mungkin memang bagian Anda berhenti sampai disitu. Berhentilah dan serahkanlah apa yang diluar kendali Anda kepada Tuhan.
Dengan cara inilah, paling tidak Anda tidak usah menanggung beban yang tidak perlu Anda pikul. Meringankan sedikit beban dari hati Anda, dan membersihkan kotoran yang akan membuat ruang hati Anda tidak terasa nyaman untuk dihuni. Bersihkanlah setiap hari, bahkan jika bisa, setiap waktu Anda melihat suatu kotoran, jangan menunggu atau membiarkannya bercokol disana. Lenyapkanlah sesegera Anda bisa.
Percaya atau tidak, kecantikan pun akan terpancar dalam kegembiraan Anda. Kesedihan dan kemuraman akan mencuri kecantikan dan masa muda Anda. Jadi, jangan heran jika orang yang sering dirundung duka dan terbelit masalah akan terlihat cepat tua. Mungkin Anda piker saya mengada-ada, namun itulah faktanya.
Sehat itu mudah! Ya, semudah caranya untuk tersenyum. Anda cukup menarik dua sudut bibir Anda. Sehat itu mudah! Semudah merentangkan tangan Anda dan mensyukuri kasih dan anugrah Tuhan dengan sukacita. Sehat itu mudah! Semudah menertawakan kekonyolan yang Anda lakukan sendiri. Sehat itu mudah! Semudah tergelak karena tragedi kehidupan, dan menganggapnya sebagai selera humor Sang Khalik yang terlalu tinggi.
Tersenyumlah! Tertawalah! Terpingkallah! Tidak ada yang salah dengan semua itu. Namun jika tiba waktunya menangis, menangislah dan tuangkan semua luapan hati Anda. Namun sesudahnya, bangkitlah kembali. Berdirilah, dan lakukan hal ini berulang-ulang kali. Tersenyumlah! Tertawalah! Dan terpingkallah! Jangan kalah oleh badai kehidupan. Anda adalah seorang penakluk. Itu adalah sebuah suratan takdir dari Sang Khalik bagi manusia. Setiap orang diciptakan untuk menaklukan bumi ini. Untuk itu, jangan pernah menekuk lutut Anda dan menyerah. Jangan pernah bersujud kecuali untuk menyembah Sang Penguasa kehidupan ini. Jangan pernah takut pada apa yang bisa membunuh tubuh, tetapi takutlah pada Dia yang bisa membunuh jiwa dan roh Anda.
Kehidupan ini hanya sebentar, seperti rumput yang pagi tumbuh dan sore menjadi layu demikian kata pujangga timur. Namun dalam hitungan waktu yang sekejab itu, sempatkanlah menghias kehidupan dengan bunga dan keindahan untuk menyatakan kebaikan Sang Pencipta.
Sahabat, hari ini akan berlalu, dan esok akan tiba menjelang. Jangan sia-siakan waktu yang kau miliki, dengan menjadi onggokan daging tak berdaya. Jika kau harus terkapar, pastikan bukan karena putus asa dan menyerah. Jika kehidupan membuatmu tak berdaya, pastikan dia telah menghadapi kegigihanmu. Jika namamu harus terhapus dari antara orang-orang yang hidup, pastikan bukan hanya manusia yang akan berdiri mengiringi kepergianmu, namun juga seisi sorga dan Bapa pemilik rumah yang indah itu berdiri menyambutmu.
Aku berharap kamu bisa menjaga hatimu, jiwamu dan pikiranmu, sehingga tubuhmu dalam keadaan yang sehat dan terpelihara. Aku ingin mendapatimu, dalam keadaan yang sehat, baik tubuhmu, jiwamu, rohmu dan pengertianmu. Perhatikanlah apa yang masuk, dan pastikanlah yang keluar, tidak ada yang berlebihan maupun kekurangan.
Bagaimana orang bisa mengungkapkan cintanya. Tak ada seorangpun tahu. Kapan berawalnya cinta, dan bagaimana akan berakhir? Dia datang dalam kabut, dan menghilang dalam hangatnya sinar mentari pagi.
Ketika cinta menghampiri, manusia hanya membuka hati. Saat cinta bersemi, kisah indah terurai. Setiap detik waktu terekam dengan jelas dalam benak, seakan dunia tidak akan pernah berakhir. Dengan cara yang tak pernah diduga, cinta mengungkapkan segala hal yang terbaik dari diri seseorang. Merubah kesedihan, menjadi pesta yang meriah. Kegelapan menjadi indah, dalam sinar redup rembulan dan gemerlap bintang.
Setiap kali cinta mengetuk, tak seorangpun sanggup mengusirnya. Perangai sekeras batu, saat cinta menyapa, seakan menjadi cair seperti es yang berada dipucuk daun diawal musim semi. Saat itulah tawa menyapa, dan sinar mentari memberi kehidupan baru.
Akankah berakhir sebuah kisah cinta?
Seorang raja pun akan berlutut, ketika cinta menaklukannya. Adakah kuasa yang bisa menahannya? Bahkan maut tak dapat menahan lajunya, ketika cinta sudah menjejakkan kakinya.
Cinta membebaskanmu, ketika dia menembus relung hatimu. Tanganmu mungkin tak dapat menjangkaunya. Namun kamu selalu terjangkau oleh pelukannya.
Adakah kisah cinta yang menyedihkan?
Tidak, tak ada kisah cinta yang menyedihkan. Hanya ada kisah cinta yang indah, dan terkadang mengharukan. Cinta dalam kungkungan dunia fana ini tidak pernah kekal, namun cinta yang terukir dalam hati akan berjalan bersama roh yang merasakannya. Dalam hati seseorang, cinta melintasi batasan ruang dan waktu. Dalam kekekalan dan pertemuan dengan Sang Pencipta, cinta ada diantaranya.
Hari ini, merupakan bagian dalam waktu fana yang sebentar. Setiap orang memperoleh bagiannya masing-masing, untuk mencicipi rasa roti kehidupan. Kegembiraan, keindahan, persahabatan, yang diramu dalam sedikit pengorbanan, juga titik air mata kala sedih dan tawa tak tertahan, itulah adonan rasa manis cinta. Jangan tumpulkan hati, dengan keinginan tiada habis. Tenanglah dan dengarkan suara ketukan lembutnya. Seringkali dia mengetuk, tapi kita terlalu sibuk. Dia menyapa, tapi kita tertunduk.
Angkat wajahmu dan tersenyumlah, dan biarkan jiwamu memanggilnya. Ijinkan jiwamu menyanyikan simfoni. Sekalipun dia tak datang hari ini, ingatanmu akan membawamu pada dirinya. Jangan menjadi lemah karena kehilangannya, ingatlah, dia tak pernah jauh darimu. Ketika cinta menjauh darimu, bukan berarti kamu kehilangan dirinya. Dia hanya menjauh sejenak, agar kamu menyadari betapa berharganya cinta. Agar ketika ia menjadi bagian dari hidupmu, kamu bisa memperlakukan cinta sebagai harta yang paling berharga, yang pernah hilang dan kamu temukan kembali.
Jangan pernah menyia-nyiakan cinta dalam hidupmu, ketika kamu masih bernafas. Ketika kamu meninggalkan dunia ini, hanya cinta dalam hatimu yang kau bawa. Warisan yang kau tinggalkan pun hanya kenangan akan cinta yang manis bersamamu. Namun saat cinta itu mendahuluimu menuju kekekalan, keindahan dan kekayaan yang dapat kau nikmati selama seribu tahun pun akan terasa hambar dan tak berarti bagimu. Hari ini, saat kamu masih hidup, nikmatilah cinta. Rasakan, resapi, dan bagikan kepada setiap orang yang kau temui. Setiap orang layak untuk menerimanya. Setiap orang menginginkannya. Setiap hati merindukannya. Dan bukankah kau memilikinya? Bermurah hatilah… Percayalah, kamu tak akan pernah menyesalinya.
Dalam alunan cinta yang membahana dalam hatiku,
Cikarang, 00:29, 5 Juni 2008
Pengembara kehidupan
Vjay Maholtra
Sejak Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, bekerja sering dilihat sebagai kutukan. Jika seseorang memiliki cara pandang ini, memulai awal minggu untuk bekerja akan terasa berat, dan pastinya bekerjapun akan menjadi beban. Akhirnya banyak orang menjadi jenuh bekerja dan kehilangan motivasi. Kebosanan dan kejenuhan mematikan kreativitas dalam bekerja, jadi jika Anda mengalaminya, hal itu tidak bisa dipandang sepele. Lalu bagaimana mengatasi kebosanan di tempat kerja?
Perubahan cara pandang
Bekerja bukanlah sebuah kutukan, tetapi sebuah kepercayaan yang Tuhan berikan. Kejadian 2:15 tertulis, “TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.” Hal ini Tuhan katakana sebelum manusia jatuh dalam dosa, Tuhan memberikan mandat kepada manusia untuk mengusahakan dan memelihara taman eden. Jadi, bekerjalah dengan sukacita, bukan menganggapnya sebagai kutukan, tetapi sebuah kehormatan karena bisa melayani Tuhan dan sesame.
Bukan hard work tapi smart work
Bekerja keras bukan lagi strategi tepat untuk mencapai kesuksesan. Dahulu orang bekerja keras membanting tulang untuk mencapai kesuksesan, namun hal itu bisa membuat Anda kehilangan banyak hal, karena dengan bekerja keras waktu Anda tersita untuk bekerja. Bekerjalah dengan SMART, sehingga Anda bukan hanya menyelesaikan pekerjaan Anda dengan baik, tetapi juga memiliki waktu untuk kehidupan pribadi Anda.
S : Specific
M : Mesureable
A : Attainable
R : Realistic
T : Timely
Beri diri Anda sendiri reward atas hasil kerja Anda.
Seringkali seseorang kehilangan motivasi kerja karena sudah bekerja keras, namun tidak memperoleh penghargaan dari pemimpin maupun rekan-rekan kerjanya. Dan jika Anda mengalaminya, jangan cepat menyerah dahulu. Jika tidak ada seorangpun yang menghargai hasil kerja Anda, ada satu orang yang bisa menghargainya. Siapakah dia? DIRI ANDA SENDIRI! Ya… mengapa tidak. Ketika berhasil menyelesaikan sesuatu, buatlah perayaan bagi diri Anda sendiri. Anda bisa memanjakan diri Anda, menontonlah kebioskop, atau ajak teman-teman Anda makan malam dirumah. Pergilah berbelanja, dan katakan kepada diri Anda bahwa “Hasil pekerjaan saya luar biasa dan saya layak menerima penghargaan ini.” Setelah itu, buatlah tantangan-tantangan yang baru dengan reward-reward baru yang menarik bagi diri Anda. Jika Anda tidak menghargai hasil kerja Anda sendiri, apa lagi orang lain.
Nikmati pekerjaan Anda
Jika Anda tidak dapat menikmati pekerjaan Anda, dan membubuhkan cinta dalam pekerjaan Anda, maka perkerjaan apapun yang Anda kerjakan akan menjenuhkan. Ada sebuah kalimat yang sangat menarik, berbunyi seperti ini,”Cintailah pekerjaan Anda, jika Anda tidak bisa mencintai pekerjaan Anda, cintailah orang-orang yang bekerja bersama Anda. Jika Anda tidak bisa mencintai pekerjaan Anda maupun orang-orang yang bekerja bersama Anda, untuk apa Anda masih disana?”
Jika Anda sudah tidak bisa menikmati pekerjaan Anda, bahkan orang-orang yang bekerja bersama Anda tidak ada yang bisa Anda jadikan sasaran cinta Anda sehingga masih bisa memotivasi untuk bekerja, maka tidak ada lagi alasan untuk bertahan. Sekalipun Anda bertahan pada pekerjaan tersebut, dapat dipastikan Anda tidak menghasilkan sesuatu yang maksimal.
Saat Anda jenuh dengan pekerjaan Anda, jangan terburu-buru mengambil keputusan yang mungkin akan Anda sesali nanti. Meninggalkan pekerjaan Anda, jadikan sebagai pilihan yang terakhir, yang telah Anda pikirkan dengan matang. Sebagian besar waktu manusia setelah dewasa dihabiskan dengan bekerja, jadi jika Anda bekerja lakukanlah dengan sukacita dan semangat. Seorang yang luar biasa pernah berkata, “Jika Anda bekerja sebagai seorang tukang sapu jalan, sapulah jalan hingga para malaikat berhenti dan menengok kebawah dan berkata, disana ada seorang penyapu jalan yang luar biasa sedang bekerja.” Dan pastinya jadikan hal ini motivasi utama Anda, “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Kolose 3:23.
So.. be Smart and success all…
Sudah lama tidak menulis di rumah kesayangan ini. Sibuk dengan pekerjaan dan keluarga (Sekalipun blom ‘berkeluarga’ ya… J), ingin berhenti sejenak. Kesibukan seringkali menyita banyak hal dalam hidup kita. Yang pasti adalah waktu.
Ada sebuah kata bijak yang berkata, tidak ada seorang yang akan mati mengatakan aku menyesal mengapa tidak menggunakan waktuku lebih banyak untuk bekerja. Tetapi orang akan menyesali mengapa dia tidak punya waktu lebih banyak untuk keluarganya.
Waktu adalah komonditas berharga yang seringkali orang tidak menyadari betapa mahal harganya. Segala sesuatu dalam hidup ini ditukar dengan waktu kita. Ingin bukti? Simak baik-baik hal ini :
1. Untuk mendapatkan uang sebagai alat pemenuhan hidup, sandang, pangan dan papan, kita menukarkan waktu dengan bekerja selama 8 jam sehari bahkan lebih.
2. Untuk membeli semua barang yang kita inginkan, kita meluangkan waktu membanting tulang untuk mendapatkan uang supaya bisa membelinya.
3. Untuk merebut hati orang yang kita cintai, kita berikan waktu untuk PDKT, untuk mendengarkan dan mengerti dirinya.
4. Untuk memperoleh pengetahuan, bertahun-tahun kita habiskan untuk belajar.
Semua yang kita peroleh, kita tukar dengan waktu kita.
Kesuksesan, kebahagian, dan kemakmuran hidup adalah hasil dari manajemen waktu yang berhasil. Tidak ada tolak ukur yang bisa menjadi standarisasi, keberhasilan dalam menggunakan waktu kita. Semua itu kembali kepada pribadi masing-masing.
Namun secara pribadi, saya merenungkan apa yang terpenting dalam hidup ini. Semua yang kita miliki dalam bentuk harta benda tidak selamanya akan kita nikmati. Namun saya juga belom pernah mati, jadi tidak tahu, apakah yang manusia bawa dalam kehidupan setelah kehidupan. Tapi saya percaya, bahwa apa yang berharga, tidak akan hilang dengan kejadian dalam kehidupan fana ini.
Harta bisa hilang, hangus dan lenyap oleh karena banyak hal dalam kehidupan ini. Tapi sebuah kepercayaan, tidak akan hilang kecuali kita melepaskannya sendiri. Cinta tidak akan hilang, kecuali kita membuangnya. Kesetian tidak akan hancur, kecuali oleh ulah kita sendiri.
Nah, menurut saya hal-hal seperti diataslah yang penting dan berharga. Semua hal tersebut selalu berkaitan dengan hubungan dengan sesama. Jadi yang berharga dalam hidup ini, harusnya pribadi-pribadi disekitar kita. Orang-orang yang kita kasihi dan mengasihi kita. Namun saya sadari, bahwa saya masih belum menjadikannya prioritas dalam hidup saya. Dan seringkali sebagai manusia, tindakan kita kebalikan dari hal tersebut.
Saya seringkali memperlakukan benda sebagaimana seharusnya saya berlaku kepada manusia, dan memperlakukan manusia seperti benda. Dan akhirnya, banyak kali saya kehilangan hal-hal paling berharga dalam kehidupan ini.
Jadi, semoga kita semua menyadari betapa berharganya waktu kita, dan menggunakannya dengan prioritas yang benar. Selalu memprioritaskan hubungan, adalah sebuah kunci kesuksesan hidup. Jadi be Smart and Succes guys….




Yang mampir